Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Protes Besar-Besaran Warga Israel Lawan Kebijakan Kontroversial Netanyahu di Wilayah Pendudukan

POROS PERLAWANAN – Gelombang protes terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, terus meluas di berbagai wilayah pendudukan. Media Israel melaporkan bahwa kebijakan kontroversial Netanyahu, termasuk pemecatan kepala dinas keamanan internal Israel, Shin Bet, serta eskalasi serangan ke Gaza, menjadi pemicu utama aksi demonstrasi ini.

Ribuan Demonstran Turun ke Jalan

Menurut laporan Al Jazeera pada Rabu (19/3), ribuan warga di Yerusalem turun ke jalan untuk memprotes keputusan Netanyahu. Media Israel Walla melaporkan bahwa aksi ini juga diikuti oleh pemogokan staf medis di beberapa rumah sakit sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan pemerintah.

Sementara itu, Radio Angkatan Darat Israel melaporkan bahwa jalan menuju Yerusalem ditutup akibat aksi demonstrasi yang menentang pemecatan kepala Shin Bet.

Oposisi Serukan Perlawanan

Pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid, menyerukan kepada para pemukim Israel untuk turut serta dalam demonstrasi melawan Netanyahu. “Kabinet Netanyahu tidak memiliki batasan. Satu-satunya solusi adalah bersatu dan mengatakan: ‘Sudah cukup!'” tegasnya.

Para pemimpin protes di wilayah pendudukan juga mengumumkan rencana aksi besar-besaran di depan gedung kabinet di Yerusalem. Demonstrasi ini bertujuan menentang kebijakan Netanyahu dalam menangani perjanjian pertukaran tahanan.

Tuduhan terhadap Netanyahu

Dalam sebuah pernyataan, para demonstran menuduh Netanyahu justru meningkatkan ketegangan dan konflik, bukannya menindak mereka yang dicurigai melakukan pengkhianatan. “Alih-alih menginterogasi mereka yang bertanggung jawab, Netanyahu memecat kepala Shin Bet dan memperburuk situasi,” bunyi pernyataan tersebut.

Demonstran juga menegaskan bahwa mereka akan bergerak menuju gedung kabinet dan kediaman Netanyahu sebagai bagian dari gelombang protes yang lebih besar. “Ini adalah momen yang menentukan,” tambah mereka.

Media Israel: Israel Hambat Gencatan Senjata

Di sisi lain, media Israel Haaretz menulis bahwa justru Israel yang menghambat proses gencatan senjata di Gaza dan menghalangi kembalinya tahanan, bukan Hamas. Laporan tersebut juga menyebut bahwa Israel telah melanggar perjanjian gencatan senjata yang sebelumnya disepakati di Gaza.

Aksi protes yang semakin meluas ini menunjukkan meningkatnya ketidakpuasan publik terhadap pemerintahan Netanyahu dan kebijakan-kebijakan yang dianggap memperburuk konflik di wilayah tersebut.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *