Putaran Pertama ‘Perundingan’ Tak Langsung Iran-AS di Muscat Resmi Ditutup
POROS PERLAWANAN — Putaran pertama perundingan tidak langsung antara Republik Islam Iran dan Amerika Serikat resmi berakhir pada Sabtu sore 12 April di Ibu Kota Oman, Muscat.
Menurut laporan langsung reporter Kantor Berita Tasnimnews, perundingan yang dimediasi oleh Menteri Luar Negeri Oman, Badr Al-Busaidi, itu berlangsung intens sejak pagi hari dan ditutup sore hari. Sumber diplomatik yang terlibat dalam proses perundingan menyatakan bahwa suasana pembicaraan tergolong positif, meskipun tetap dibayangi ketidakpercayaan yang mendalam.
Seorang anggota tim perunding Iran mengungkapkan dalam wawancara eksklusif dengan Tasnim: “Suasana pembicaraan konstruktif, tetapi kami tetap waspada terhadap agenda tersembunyi Amerika.”
Pihak Iran menegaskan bahwa fokus dialog ini semata-mata pada isu nuklir, sebagaimana ditegaskan berkali-kali sebelumnya. Teheran menyatakan tidak akan mengakomodasi bentuk ancaman atau tekanan apa pun dalam proses negosiasi, dan hanya akan melanjutkan pembahasan berdasarkan prinsip saling menguntungkan yang tertuang dalam kerangka Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).
Logika perundingan Teheran tetap konsisten: membangun kepercayaan internasional hanya dapat dicapai melalui pencabutan penuh sanksi ekonomi yang menindas, bukan melalui retorika diplomasi beraroma ultimatum.
