Putra Mahkota Saudi Gagal Dapat Kekebalan Hukum dari Trump, Direktur Lembaga HAM: Tuan Bin Salman, Saya Temui Anda di Pengadilan - POROS PERLAWANAN
Loading

Ketik untuk mencari

Arab Saudi

Putra Mahkota Saudi Gagal Dapat Kekebalan Hukum dari Trump, Direktur Lembaga HAM: Tuan Bin Salman, Saya Temui Anda di Pengadilan

Putra Mahkota Saudi Gagal Dapat Kekebalan Hukum dari Trump, Direktur Lembaga HAM: Tuan Bin Salman, Saya Temui Anda di Pengadilan

POROS PERLAWANAN – Dilansir Fars, Direktur Democracy for the Arab World Now (DAWN), Sarah Leha Whitson di laman Twitter-nya menulis, Muhammad bin Salman akan disambut hari-hari buruk pascalengsernya Donald Trump.

DAWN didirikan untuk mendukung pemikiran-pemikiran Jamal Khashoggi dan bermarkas di New York. Whitson mencuit, ”Ada seseorang (Bin Salman) yang telah melalui hari buruk. Sama sekali tidak bagus, sebab ia tidak bisa mendapat kekebalan yang ia minta dari Trump dan yang berusaha ia lakukan. Orang (Trump) yang berisik ini hari ini dan besok akan mengirim teman-teman berandalnya ke tempat sampah.”

“Tuan, Bin Salman, saya akan bertemu Anda di pengadilan,” imbuh Whitson.

Sebelum ini, media-media AS memberitakan bahwa Pemerintahan Trump tengah mengkaji pemberian kekebalan hukum kepada Putra Mahkota Saudi.

Menurut New York Times, Bin Salman dan Trump berusaha menggagalkan upaya untuk menyeret Putra Mahkota Saudi ke pengadilan terkait kasus teror Khashoggi.

Situs SaudiLeaks menulis, Bin Salman baru-baru ini memberikan sogokan besar kepada para pejabat Pemerintahan Trump, termasuk menantu Trump, Jared Kushner dan Menlu Mike Pompeo, agar ia bisa mendapatkan kekebalan hukum di AS.

Direktur Badan Intelijen Nasional AS, Avril Haines menyatakan, Pemerintah Joe Biden berencana mencabut status rahasia dari laporan intelijen terkait pembunuhan Khashoggi.

Harian Guardian menilai, keputusan ini berarti bahwa tampaknya AS berniat untuk secara resmi mendeklarasikan Bin Salman sebagai pihak yang bersalah dalam pembunuhan keji Khashoggi.

Seperti diketahui, Khashoggi tinggal di AS dan bekerja di Washington Post. Dia menulis kritik-kritik terhadap Putra Mahkota Saudi. Pada Oktober 2018 lalu, ia dibunuh secara keji di Konsulat Saudi di Istanbul.

Meski sejumlah media melaporkan bahwa komunitas intelijen AS meyakini bahwa instruksi pembunuhan berasal dari Bin Salman, namun sejauh ini mereka belum secara resmi merilis pernyataan terkait hal ini.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *