Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Qhalibaf Kecam Ancaman Israel, Tegaskan Persatuan di Sekitar Pemimpin Iran

POROS PERLAWANAN — Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qhalibaf mengecam ancaman pejabat Israel terhadap Pemimpin Tertinggi Iran dan menegaskan komitmen pertahanan “parit demi parit”. Pernyataan itu disampaikan Jumat dan dikutip Press TV pada Sabtu 25 April.

Qhalibaf merespons pernyataan Israel Katz yang mengancam pembunuhan terhadap Ayatullah Sayyid Mujtaba Khamenei serta menyebut Israel menunggu persetujuan Amerika Serikat untuk melancarkan agresi baru ke Iran.

Melalui akun X, Qhalibaf menyebut Katz sebagai “Menteri Kriminal” dan menilai pernyataan tersebut lahir dari frustrasi atas soliditas internal Iran. “Kemarahan musuh dan ocehan pejabat itu bersumber dari persatuan kami di sekitar poros kepemimpinan serta kegagalan rencana mereka. Teruslah marah hingga kalian binasa oleh kemarahan itu”, tulisnya.

Qhalibaf juga menegaskan loyalitas Militer Iran terhadap Pemimpin Tertinggi. “Ayatullah Mujtaba Khamenei kami tercinta lebih berharga dari jiwa kami. Komitmen para pejuang selalu sama, bertempur dari parit ke parit agar kehendak Pemimpin tetap berjalan,” ujarnya.

Pernyataan ini muncul di tengah gencatan senjata dua pekan yang dimediasi Pakistan dan berlaku sejak 8 April. Putaran awal perundingan antara Iran dan Amerika Serikat berakhir tanpa hasil setelah Washington mengajukan tuntutan yang dinilai berlebihan.

Di tengah kebuntuan tersebut, Presiden AS kembali mengancam serangan terhadap infrastruktur sipil Iran, termasuk jembatan dan pembangkit listrik. Katz menggemakan ancaman serupa dengan menyatakan akan membawa Iran ke “zaman gelap dan zaman batu” melalui penghancuran infrastruktur ekonomi, yang secara eksplisit menyasar objek sipil.

Washington juga dinilai berupaya membangun narasi perpecahan internal di Teheran. Namun, kepemimpinan Iran menunjukkan sikap solid. Presiden Masoud Pezeshkian, Qhalibaf, dan Ketua Mahkamah Agung Gholam-Hossein Mohseni Ejei pada Kamis menolak pernyataan musuh tentang adanya kubu “garis keras” dan “moderat” sebagai provokasi tanpa dasar.

Dalam pernyataan terpisah, Ayatullah Sayyid Mujtaba Khamenei menilai persatuan nasional Iran telah mengganggu perhitungan pihak-pihak yang berupaya melemahkan Republik Islam.

Soliditas ini menguat sejak eskalasi 28 Februari, ketika serangan gabungan AS-Israel menewaskan sejumlah pejabat dan komandan Iran. Sebagai respons, Militer Iran meluncurkan gelombang serangan balasan terhadap target Amerika dan Israel di Kawasan, yang kemudian mendorong jeda konflik saat ini.

Tags: