Represi Berlanjut di Turki: Hampir 2.000 Pengunjuk Rasa Ditangkap
POROS PERLAWANAN – Pemerintah Turki menolak kritik internasional terkait penangkapan Wali Kota Istanbul, Ekrem Imamoglu, serta gelombang protes yang menyusulnya. Ankara menyebut pernyataan komunitas internasional sebagai “bias”, meskipun hingga saat ini otoritas Turki telah menangkap hampir 2.000 pengunjuk rasa.
Menurut Reuters pada Jumat (28/3), otoritas Turki telah menangkap sekitar 1.900 orang dalam aksi protes yang meletus setelah penangkapan Ekrem Imamoglu atas tuduhan penggelapan. Pemerintah Turki menolak kritik internasional atas penangkapan Imamoglu dan demonstrasi antipemerintah yang meluas, dengan menyebut pernyataan tersebut sebagai “berpihak dan tidak objektif.”
Penangkapan Imamoglu dan Dampak Politiknya
Ekrem Imamoglu, yang dianggap sebagai pesaing politik terkuat Presiden Recep Tayyip Erdogan dan bahkan melampaui popularitasnya dalam beberapa jajak pendapat, ditangkap pada Minggu lalu. Penangkapannya memicu gelombang protes terbesar di Turki dalam satu dekade terakhir, yang berujung pada tindakan represif dan penangkapan massal terhadap para demonstran.
Partai oposisi utama, Partai Rakyat Republik (CHP), bersama dengan partai-partai oposisi lainnya, organisasi hak asasi manusia, dan negara-negara Barat, menyebut kasus hukum terhadap Imamoglu sebagai upaya bermotif politik untuk menghilangkan ancaman elektoral terhadap Erdogan dalam pemilu mendatang.
Namun, pemerintah Turki membantah tuduhan bahwa mereka mengintervensi sistem peradilan dan mengklaim bahwa pengadilan bertindak secara independen dalam kasus ini.
Respons Pemerintah dan Penolakan Kritik Internasional
Menteri Kehakiman Turki, Yilmaz Tunc, meminta negara-negara Eropa untuk bersikap lebih “rasional” dalam menanggapi kasus ini. Ia menegaskan bahwa tuduhan terhadap Imamoglu cukup berat untuk membenarkan penahanannya.
“Kami tidak bermaksud menangkap politisi mana pun, tetapi jika ada bukti pelanggaran, tindakan hukum akan diambil. Berdasarkan beratnya tuduhan serta kemungkinan penyembunyian bukti, sistem peradilan telah membuat keputusan yang tepat,” ujar Tunc.
Gelombang Penangkapan dan Respons Erdogan
CHP menyerukan masyarakat untuk terus menggelar aksi protes dan berencana mengorganisir demonstrasi serta rapat umum di berbagai wilayah Istanbul dan kota lainnya.
Namun, Erdogan meremehkan protes tersebut, menyebutnya sebagai “pertunjukan politik semata”, serta memperingatkan bahwa para pengunjuk rasa akan menghadapi konsekuensi hukum.
Menurut Menteri Dalam Negeri Turki, Ali Yerlikaya, sejak protes dimulai pada Rabu lalu, 1.879 orang telah ditangkap, dengan 260 di antaranya masih menunggu persidangan. Ia juga mengungkapkan bahwa 489 orang telah dibebaskan, sementara 662 kasus masih dalam proses penyelidikan. Selain itu, 150 anggota kepolisian dilaporkan mengalami luka-luka akibat bentrokan dengan pengunjuk rasa.
