Reuters: Ancaman dan Iming-Iming AS kepada Bashar Assad Jelang Serangan di Suriah
POROS PERLAWANAN – Kantor berita Inggris, Reuters, mengungkap bahwa beberapa hari sebelum serangan teroris terhadap kota-kota di utara Suriah, Amerika Serikat menawarkan kesepakatan menggiurkan kepada Suriah untuk memisahkan Damaskus dari Iran. Namun, Suriah menolak tawaran tersebut! Hal ini menunjukkan bahwa serangan yang dilakukan kelompok Takfiri di wilayah utara Suriah saat ini merupakan balasan AS terhadap penolakan Bashar Assad.
Dalam berbagai laporan media, sering disebutkan bahwa AS, Israel, dan Turki adalah pihak yang paling bertanggung jawab atas serangan teroris baru-baru ini di wilayah utara Suriah. Bukti dan argumen kuat mengenai tuduhan ini telah banyak dibahas. Kini, Reuters, mengutip lima sumber terpercaya, melaporkan bahwa AS dan Uni Emirat Arab menawarkan kepada pemerintah Suriah penghapusan sanksi jika Bashar Assad menghentikan dukungannya terhadap Iran serta memutus semua jalur pengiriman senjata ke Hizbullah Lebanon.
Laporan ini menjadi bukti lain bahwa kekacauan yang terjadi di utara Suriah, termasuk munculnya kembali kelompok teroris Takfiri, berakar pada intervensi asing, bertentangan dengan klaim AS dan Turki.
Tawaran Iming-Iming Sebelum Serangan Militer
Dalam laporan Reuters menyebutkan,menjelang 20 Desember, akhir periode tahunan sanksi terhadap Suriah, AS memperingatkan Assad bahwa jika ia memutus hubungan dengan Hizbullah Lebanon, Iran, dan Poros Perlawanan regional, sanksi terhadap Suriah tidak akan diperpanjang. Menurut laporan Mehr, pembicaraan ini berlangsung sebelum operasi militer kelompok teroris terhadap Aleppo, tetapi gagal. Tidak lama setelah itu, serangan besar-besaran oleh kelompok teroris terhadap Aleppo, yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir, terjadi.
Kekacauan oleh Tentara Bayaran AS
Keterlibatan AS semakin jelas dengan laporan bahwa kelompok teroris “Dewan Militer Deir Ezzor,” atas perintah pasukan pendudukan AS, melancarkan serangan ke tujuh desa yang dikuasai tentara Suriah di tepi timur Sungai Eufrat. Reporter Al-Mayadeen melaporkan, pasukan pendudukan AS memerintahkan kelompok “Dewan Militer Deir Ezzor,” yang berafiliasi dengan Pasukan Demokratik Suriah (SDF), untuk menyerang posisi tentara Suriah di tujuh desa bersamaan dengan serangan kelompok teroris Hay’at Tahrir al-Sham dan kelompok takfiri lainnya terhadap Aleppo, pinggiran Idlib, dan Hama.
Keterlibatan Langsung AS dalam Kekacauan
Pasukan artileri AS di ladang gas Koniko juga memberikan dukungan kepada elemen SDF dalam serangan mereka terhadap pasukan Suriah. Namun, laporan tersebut menyebutkan bahwa meskipun ada dukungan ini, serangan tersebut tidak membuahkan hasil. Pasukan SDF akhirnya mundur total dari tujuh desa yang telah dibebaskan oleh tentara Suriah di utara Deir Ezzor.
