Reuters: Intelijen AS Nilai Putin Masih Mengincar Ukraina dan Sebagian Eropa
POROS PERLAWANAN — Melansir Kayhan pada Minggu (21/12), badan intelijen Amerika Serikat menilai Presiden Rusia Vladimir Putin belum mengubah tujuan strategis perangnya. Enam sumber intelijen AS mengatakan kepada Reuters bahwa Moskow masih berambisi menguasai seluruh Ukraina serta merebut kembali sebagian wilayah Eropa yang pernah berada di bawah pengaruh Uni Soviet.
Penilaian tersebut, yang disusun hingga akhir September, bertolak belakang dengan pernyataan Putin yang berulang kali menegaskan bahwa Rusia tidak menimbulkan ancaman bagi Eropa. Namun, laporan itu sejalan dengan kekhawatiran para pemimpin NATO yang mendorong peningkatan anggaran militer dan kesiapsiagaan perang di kawasan Eropa.
Anggota Komite Intelijen DPR AS, Mike Quigley, menyatakan bahwa data intelijen secara konsisten menunjukkan Putin menginginkan ekspansi wilayah yang lebih luas. Hingga berita ini diturunkan, Kantor Direktur Intelijen Nasional AS, CIA, serta Kedutaan Besar Rusia belum memberikan tanggapan resmi.
Sementara itu, Kepala Intelijen Ukraina Kyrylo Budanov mengklaim Rusia telah mempercepat potensi agresi terhadap Eropa dari proyeksi awal 2030 menjadi sekitar 2027, dengan negara-negara Baltik disebut sebagai target paling mungkin.
Di tengah meningkatnya ketegangan, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan Eropa perlu membuka kembali dialog langsung dengan Moskow apabila upaya mediasi Amerika Serikat gagal. Pernyataan tersebut disampaikan bersamaan dengan keputusan Uni Eropa menyetujui pinjaman sebesar 90 miliar euro untuk Ukraina.
