Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Rezim Israel Khawatir Terjadi ‘7 Oktober Baru’

POROS PERLAWANAN — Media Israel melaporkan meningkatnya kekhawatiran Rezim Zionis terhadap kemungkinan terulangnya serangan seperti peristiwa 7 Oktober 2023. Kekhawatiran ini muncul setelah publikasi laporan terbaru Pengawas Kabinet Israel mengenai situasi keamanan di Yerusalem.

Menurut laporan IRNA pada Selasa malam 23 Desember, kantor berita Palestina Ma’an mengutip Channel 14 Israel yang menyebutkan bahwa Pengawas Kabinet Israel, Matanyahu Englman, menilai lembaga keamanan dan kepemimpinan politik Israel belum mengambil pelajaran yang memadai dari peristiwa 7 Oktober, khususnya di wilayah Yerusalem.

Dalam laporannya, Englman menyatakan bahwa evaluasi terhadap kesiapan keamanan di sekitar Yerusalem menunjukkan berbagai kekurangan serius. Salah satu temuan utama adalah sekitar 65 kilometer jalur di sekitar Yerusalem, setara dengan 39 persen dari tembok pemisah tidak dilengkapi pagar pengaman, sehingga memungkinkan masuknya warga Palestina ke Wilayah Pendudukan tanpa pengawasan yang memadai.

Englman juga mengkritik stagnasi politik dan keamanan yang berkepanjangan, dengan menyebut bahwa Dewan Politik-Keamanan Israel belum meninjau implementasi keputusan strategis yang dibuat sekitar 20 tahun lalu. Ia menegaskan bahwa sistem keamanan yang ada masih beroperasi berdasarkan asumsi lama dan belum disesuaikan dengan ancaman nyata yang terungkap pada 7 Oktober 2023.

Menurut laporan tersebut, Badan Keamanan Dalam Negeri Israel (Shabak) telah mendesak perlunya tindakan segera untuk menutup celah keamanan di sekitar Yerusalem, termasuk di pos-pos pemeriksaan dan garis perbatasan, guna mencegah terulangnya serangan serupa. Menteri Angkatan Darat dan Menteri Keamanan Dalam Negeri Israel juga menyerukan koordinasi yang lebih baik antara Militer, Kepolisian, dan lembaga terkait.

Sementara itu, di lapangan, Pasukan Pendudukan Israel melancarkan operasi militer besar-besaran di kamp pengungsi Qalandiya dan kota Kafr Aqab di Yerusalem utara yang Diduduki pada Selasa siang. Palang Merah Palestina melaporkan sedikitnya tiga warga Palestina terluka akibat tembakan dan kekerasan fisik.

Pemerintah Provinsi Yerusalem menyatakan bahwa puluhan warga lainnya mengalami gangguan pernapasan akibat gas air mata, sementara sejumlah warga ditangkap. Dalam operasi tersebut, pasukan Israel juga melakukan penggerebekan rumah, penangkapan warga, serta pengusiran paksa penghuni dari beberapa unit tempat tinggal yang kemudian dijadikan pos militer sementara.

Selain itu, puluhan toko milik warga Palestina digerebek dan berbagai barang dagangan disita dengan berbagai alasan. Sumber-sumber Palestina memperkirakan nilai barang sitaan mencapai puluhan ribu Shekel. Operasi tersebut juga disertai pembongkaran infrastruktur di jalan utama Qalandiya–Kafr Aqab dan penyitaan kendaraan warga.

Di akhir operasi, Pasukan Pendudukan Israel menutup pos pemeriksaan Qalandiya, menyebabkan ratusan warga Palestina tertahan saat bepergian menuju atau dari Yerusalem.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *