Loading

Ketik untuk mencari

Arab Saudi

Riyadh Jadi Tuan Rumah Pertemuan Arab-Islam Bahas Keamanan Kawasan di Tengah Eskalasi

Netizen Murka Saudi Bungkam Benderanya Dihina Tentara Israel

POROS PERLAWANAN — Arab Saudi menggelar pertemuan para menteri luar negeri dari negara-negara Arab dan Islam di Riyadh pada Rabu malam 18 Maret untuk membahas keamanan regional di tengah meningkatnya eskalasi konflik yang melibatkan Iran.

Mengutip laporan Reuters, pertemuan konsultatif ini difokuskan pada langkah-langkah menjaga stabilitas Kawasan di tengah dinamika militer yang terus berkembang. Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menegaskan agenda utama forum tersebut mencakup koordinasi antarnegara dalam merespons situasi keamanan regional.

“Berkonsultasi dan berkoordinasi lebih lanjut mengenai cara-cara untuk mendukung keamanan dan stabilitas Kawasan,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.

Forum ini berlangsung saat ketegangan meningkat menyusul rangkaian serangan yang dikaitkan dengan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Dampaknya mulai terasa di berbagai titik strategis Kawasan.

Dua hari sebelumnya, laporan The Wall Street Journal menyebut lima pesawat pengisian bahan bakar milik Angkatan Udara Amerika Serikat mengalami kerusakan akibat serangan Iran di Pangkalan Udara Pangeran Sultan, Arab Saudi.

Di sisi lain, Teheran mengumumkan syahidnya Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, dalam serangan yang sama. Peristiwa tersebut menandai peningkatan signifikan dalam level target serangan sejak awal konflik.

Sebelum syahid, Larijani menyampaikan pesan enam poin kepada dunia Islam. Pesan tersebut mendorong refleksi sikap negara-negara Muslim dalam menghadapi konfrontasi yang sedang berlangsung.

“Anda berada di pihak mana?” tulis Larijani dalam pesannya.

Pesan tersebut juga menyoroti serangan yang terjadi saat proses negosiasi berlangsung serta menyerukan persatuan dunia Islam dalam menghadapi tekanan eksternal.

Iran terus melanjutkan respons militer dengan menargetkan pangkalan Amerika Serikat di Kawasan serta wilayah yang disebut sebagai bagian dari operasi defensif.

Sejumlah pejabat Iran menegaskan serangan tersebut tidak ditujukan kepada negara-negara Kawasan. Target diarahkan pada titik-titik yang digunakan sebagai sumber agresi, dengan tetap menghormati kedaulatan negara lain.

Pertemuan di Riyadh dipandang sebagai upaya kolektif negara-negara Arab dan Islam untuk merumuskan posisi bersama di tengah eskalasi yang berpotensi meluas.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *