Roket Luar Angkasa Eropa Meledak Hebat Beberapa Detik Setelah Peluncuran
POROS PERLAWANAN – Roket orbital pertama yang diluncurkan dari daratan Eropa meledak beberapa detik setelah lepas landas. “Mimpi besar bagi ruang angkasa Eropa”; itulah ungkapan yang sampaikan oleh Menteri Ekonomi Jerman, Robert Habeck, untuk menggambarkan peluncuran roket orbital Spectrum.
Roket ini, yang proses peluncurannya disiarkan langsung via YouTube pada Minggu malam 30 Maret, mengalami kebakaran di bagian samping badan sesaat setelah lepas landas dari Pusat Antariksa Andøya di wilayah kutub utara Norwegia, kemudian jatuh ke bumi dengan ledakan dahsyat.
Menurut Euronews, peluncuran uji coba ini dianggap sebagai “langkah penting menuju kemandirian ruang angkasa Eropa”.
Eropa menghadapi masalah serius dalam peluncuran satelit setelah memutus kerja sama dengan Rusia menyusul serangan terhadap Ukraina pada 2022. Proyek Ariane 6 oleh Badan Antariksa Eropa (ESA) mengalami penundaan berkali-kali sebelum akhirnya melakukan peluncuran komersial pertamanya pada Maret 2024 (bulan lalu). Peluncur Vega-C juga dihentikan sementara setelah sebuah insiden dan belum kembali ke fase operasional.
Peluncuran Spectrum merupakan contoh pertama peluncuran proyek orbital dari daratan Eropa, dengan pengecualian Rusia.
Roket Spectrum dikembangkan oleh perusahaan rintisan Jerman, Isar Aerospace, dan peluncurannya berkali-kali ditunda karena kondisi cuaca. Menurut perusahaan Jerman tersebut, roket ini jatuh ke laut. Namun, CEO dan salah satu pendiri perusahaan kedirgantaraan Jerman ini, Daniel Metzler menyebut peluncuran ini “sukses” dan mengatakan bahwa penerbangan pertama roket ini memenuhi semua ekspektasi mereka. “Sistem penerbangan dan pemadaman darurat berhasil diuji dengan baik.”
Andøya Space, perusahaan milik negara Norwegia yang mengoperasikan pusat antariksa ini, mengumumkan aktivasi “tindakan tanggap darurat” setelah roket Spectrum jatuh.
