Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Rusia Peringatkan Reaksi Berantai Akibat Uji Coba Nuklir AS

POROS PERLAWANAN — Wakil Tetap Pertama Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Dmitry Polyansky menyatakan bahwa sebelum Moskow mengambil posisi resmi di Dewan Keamanan PBB terkait rencana dimulainya kembali uji coba nuklir oleh Amerika Serikat, diperlukan klarifikasi melalui saluran bilateral mengenai maksud sebenarnya dari pernyataan Donald Trump.

Menurut laporan RIA Novosti pada Jumat 7 November, Polyansky menegaskan bahwa Rusia belum bermaksud mengajukan atau mengambil langkah di tingkat Dewan Keamanan terkait isu tersebut.

“Saat ini penting untuk terlebih dahulu mengklarifikasi, melalui saluran bilateral, apa sebenarnya maksud Donald Trump,” ujar Polyansky.

Pernyataan itu muncul setelah Trump mengumumkan bahwa ia telah memerintahkan Pentagon untuk “memulai kembali uji coba senjata nuklir AS dengan ketentuan yang sama”, dengan alasan bahwa negara lain telah melakukan uji coba serupa.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Dewan Federasi Rusia (Senat), Konstantin Kosachev memperingatkan bahwa jika Amerika Serikat melanjutkan uji coba nuklir, tindakan itu berpotensi memicu “reaksi berantai” di antara negara-negara bersenjata nuklir lainnya yang selama ini mematuhi ketentuan Perjanjian Pelarangan Uji Coba Nuklir Komprehensif (CTBT).

“Jika Amerika melakukan hal itu, mereka akan memicu reaksi berantai — bukan hanya secara fisik dalam uji coba itu sendiri, melainkan juga secara politik, karena kekuatan nuklir lain, termasuk Rusia, tidak akan menjadi pihak pertama yang melanggar perjanjian, namun juga tidak akan tinggal diam menyaksikan pelanggaran Amerika,” ujar Kosachev.

Sementara itu, Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan dalam wawancara pada Kamis malam bahwa belum ada tanggapan resmi dari Washington terhadap pernyataan Presiden Vladimir Putin mengenai kemungkinan dimulainya kembali uji coba nuklir.

“Belum ada tanggapan dari pihak Amerika Serikat,” kata Peskov.

Pada 5 November, dalam rapat Dewan Keamanan Rusia, Putin menginstruksikan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, serta lembaga-lembaga keamanan dan sipil terkait untuk mengumpulkan informasi tambahan serta menyusun “proposal terkoordinasi mengenai kemungkinan persiapan uji coba nuklir”.

Putin menegaskan bahwa Rusia tetap berkomitmen pada kewajibannya di bawah CTBT selama Amerika Serikat tidak melanggar perjanjian tersebut. Namun, ia mengingatkan bahwa dalam pidatonya di Majelis Federal tahun 2023, Rusia telah menegaskan posisinya: “Moskow akan mematuhi ketentuan perjanjian ini hanya selama tidak ada negara lain yang memulai uji coba serupa.”

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *