Rusia Tolak Negosiasi Penyerahan Bashar al-Assad kepada Rezim Jolani
POROS PERLAWANAN – Surat kabar Amerika, The Wall Street Journal melaporkan bahwa Rusia menolak pembicaraan mengenai penyerahan Presiden Suriah, Bashar al-Assad, kepada rezim Jolani di Damaskus. Laporan ini mengutip sejumlah pejabat Suriah dan Eropa yang menyatakan bahwa Rusia berupaya mencapai kesepakatan dengan Suriah untuk mempertahankan pangkalan militernya di negara tersebut.
Menurut Kantor Berita Mehr pada Kamis 6 Maret, yang mengutip Al Jazeera, The Wall Street Journal menyebutkan bahwa negosiasi antara Rusia dan Suriah telah mencakup transfer miliaran Dolar dalam bentuk tunai dan investasi di sektor gas serta pelabuhan. Diskusi juga meluas hingga mencakup dua pangkalan militer Rusia di Suriah dan hubungan ekonomi antara kedua negara.
Para pejabat yang dikutip dalam laporan tersebut menyatakan bahwa penguasa baru Suriah mengeklaim Presiden Rusia, Vladimir Putin, telah menunjukkan kesediaannya untuk berdiskusi mengenai ketentuan perjanjian antara Moskow dan Damaskus. Kesepakatan potensial antara kedua negara diperkirakan akan mencakup investasi di Pelabuhan Tartus, konsesi gas alam, tambang fosfat, serta ladang hidrokarbon di wilayah Palmyra, Suriah.
Namun, laporan tersebut juga menyoroti bahwa negosiasi antara kedua pihak sempat mencakup permintaan Damaskus agar Moskow menyerahkan mantan Presiden Suriah, Bashar al-Assad. Permintaan ini ditolak oleh Rusia, yang tidak bersedia mempertimbangkan opsi tersebut.
The Wall Street Journal juga mengeklaim bahwa hubungan Rusia dengan penguasa baru Suriah semakin menguat setelah percakapan telepon pertama antara Putin dan pemimpin rezim Jolani. Hal ini menandakan adanya upaya untuk memperkuat kerja sama strategis antara kedua pihak di tengah dinamika politik yang terus berubah di kawasan tersebut.
Dengan demikian, laporan ini menggarisbawahi kompleksitas hubungan Rusia-Suriah, di mana kepentingan strategis dan ekonomi menjadi faktor utama dalam dinamika negosiasi antara kedua negara.
