Sesumbar Kepala Staf Umum Militer Israel: Tahun 2025 Bakal Jadi ‘Tahun Perang’
POROS PERLAWANAN – Kepala Staf Umum Militer Israel yang baru dilantik, Eyal Zamir, dalam sebuah statemen, yang lebih bertujuan memompa semangat serdadu Zionis, menyatakan bahwa “tahun ini adalah tahun perang.”
Dikutip Mehr dari al-Jazeera, Zamir bersumbar bahwa “perang tahun ini akan terfokus ke Gaza dan Iran.”
Sehubungan dengan ini, Kanal 12 Israel melaporkan bahwa Zamir telah memerintahkan pembentukan sebuah brigade baru. Brigade ini terdiri dari armada tank dan sebuah pasukan infanteri baru.
Zamir juga dikabarkan membubarkan sebuah unit strategis yang berkaitan dengan Iran. Kepala Staf Umum Militer Israel itu membagi-bagikan tugas unit tersebut kepada unit-unit lain.
“Memulangkan para tawanan Israel adalah sebuah ‘kewajiban moral.’ Kita akan mengerahkan segala upaya untuk mewujudkan tujuan tersebut,” ujar Zamir.
Sejumlah media mengabarkan, pernyataan di atas disampaikan Zamir dalam upacara perkenalan diri dan pelantikannya menggantikan Herzi Halevi.
Sementara itu, Kanal 12 Israel memberitakan bahwa 60 persen peserta sebuah jajak pendapat meyakini, Benyamin Netanyahu harus mundur dari kekuasaan.
Stasiun televisi Israel ini juga melaporkan, 75 persen peserta jajak pendapat menyerukan pembentukan Komite Investigasi resmi terkait peristiwa-peristiwa 7 Oktober 2023.
Pada Rabu kemarin, pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid, menegaskan bahwa setelah tersiarnya hasil investigasi Shin Bet terkait Operasi Badai al-Aqsa, PM Israel seharusnya meminta maaf.
“Netanyahu berusaha melempar kesalahan ke pundak orang lain. Kita masih memiliki tawanan yang ditahan Hamas di Gaza. Sudah tiba saatnya Netanyahu sadar dan meminta maaf,” kata Lapid.
Setelah melakukan investigasi terkait kekalahan Rezim Zionis pada Operasi Badai al-Aqsa, Shin Bet menyebut PM Israel bertanggung jawab atas kekalahan tersebut.
