Loading

Ketik untuk mencari

Opini

Sadar Bakal Diamuk Rakyatnya Sendiri, Bin Salman Lempar Dalih ‘Takut Dibunuh Iran-Qatar’ jika Nekat Normalisasi Saudi-Israel

POROS PERLAWANAN – Harian Israel, Haaretz mengutip dari milyarder AS, Haim Saban terkait pengakuan Muhammad bin Salman tentang normalisasi dengan Rezim Zionis. Bin Salman mengklaim, ia tidak bisa bergabung dengan UEA dan Bahrain, karena bisa menyebabkannya “dibunuh Iran, Qatar, dan rakyat Saudi.”

Dilansir al-Alam, semua tahu bahwa Putra Mahkota Saudi adalah pionir dalam tindakan hina sebagian penguasa Arab untuk berkompromi dengan Israel. Tujuannya adalah untuk membantu majikannya, Donald Trump, yang sedang kerepotan untuk memenangi Pilpres AS berhadapan dengan Joe Biden.

Harian Middle East Monitor bahkan mengabarkan, uang tebusan sebesar 335 juta dolar yang ditagih Trump dari Sudan dibayarkan oleh Bin Salman sendiri, demi memuluskan proses normalisasi Khartoum dengan Tel Aviv.

Stasiun televisi Israel, Kan, membuat laporan tentang apa yang disebutnya sebagai “hubungan penuh cinta antara Israel dan Saudi”.

Mengutip dari sebuah sumber Israel, Kan menyatakan bahwa “Bin Salman adalah Putra Mahkota yang paling banyak menyediakan dukungan untuk Israel. Jika masalah ini diserahkan kepada Bin Salman, niscaya normalisasi dan kesepakatan damai akan terwujud. Namun kebijakan dalam negeri Saudi menghalangi terjadinya hal ini”.

Jika demikian, untuk apa Bin Salman mengaku dia takut melakukan normalisasi karena potensi ancaman dari Iran, Qatar, dan rakyat Saudi? Jelas bahwa Bin Salman secara bodoh berusaha melibatkan Iran dalam masalah ini. Ia menyangka, hal ini akan membuat para majikannya (Trump, Pompeo, dan Netanyahu) kian membenci Iran dan menekannya lebih dari sebelumnya.

Adapun penyebutan nama Qatar, ini sama seperti melempar batu di kegelapan, dengan harapan bisa mengenai sasaran. Bin Salman dengan cara ini berupaya memperkeruh hubungan Qatar dengan AS, sehingga jika di masa mendatang terjadi konflik antara Riyadh dan Doha, ia bisa mendapat bantuan dari para majikannya.

Namun, sebab utama ketakutan Bin Salman untuk melakukan normalisasi, adalah rakyat Saudi, sebagaimana yang ia nyatakan sendiri.

Semua tahu bahwa rakyat Saudi, sama seperti bangsa-bangsa Arab dan Muslim lain, sangat tegas berkomitmen untuk membela Palestina. Keberadaan Kakbah dan makam Nabi Muhammad Saw di Saudi juga melipatgandakan komitmen mereka terhadap Quds.

Keistimewaan yang diberikan Tuhan kepada negeri Saudi ini menyebabkan rakyatnya lebih peka terhadap hal-hal yang dikultuskan Islam, terutama Quds dan Masjid Aqsa. Oleh karena itu, jika Bin Salman, atau ayahnya sekalipun, berani berkompromi dengan Zionis, maka rakyat Saudilah yang akan melakukan pembalasan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *