Loading

Ketik untuk mencari

Suriah

Samarkan Motif Penjarahan Ladang Minyak dan Gas Suriah, Koalisi Militer Barat Pimpinan AS Tempatkan Rudal Patriot Baru dengan Dalih Hadang ISIS

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, koalisi militer Barat pimpinan AS, yang dibentuk untuk memerangi kelompok teroris Daesh Takfiri, telah mengerahkan tiga perangkat rudal Patriot di sebuah pangkalan AS di provinsi timur Dayr al-Zawr, Suriah.

Jaringan berita televisi berbahasa Arab, al-Alam mengutip sumber-sumber lokal, melaporkan pada hari Rabu bahwa rudal ditempatkan di pangkalan yang didirikan di lapangan gas Koniko, yang terletak sekitar 20 kilometer (12,4 mil) arah timur dari Ibu Kota Provinsi Dayr al-Zawr selama beberapa hari terakhir. Koniko adalah salah satu pabrik gas terbesar di Suriah.

Sumber menambahkan bahwa pasukan koalisi yang dipimpin AS itu sedang bekerja untuk memasang rudal serupa di beberapa lokasi lain di provinsi tersebut.

Secara terpisah, tiga tentara AS terluka ketika konvoi mereka diserang oleh gerilyawan tak dikenal di provinsi yang sama.

Kantor berita resmi Suriah, SANA melaporkan bahwa pasukan Amerika bersama Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi, sedang melakukan perjalanan menyusuri pinggiran desa Ruwaished, ketika sekelompok penyerang bersenjatakan senapan mesin dan granat berpeluncur roket (RPG) ) menyergap konvoi tersebut.

Sumber-sumber lokal, anonim, mengatakan lima militan SDF juga terluka dalam serangan itu.

SANA menambahkan bahwa tentara AS dan gerilyawan Kurdi yang terluka dibawa ke pangkalan AS di kota Shaddadi, yang terletak di daerah selatan provinsi Hasakah di timur laut Suriah.

Sejak akhir Oktober 2019, Amerika Serikat telah memindahkan pasukannya ke ladang-ladang minyak yang dikendalikan oleh pasukan Kurdi di Suriah timur, berkebalikan dengan perintah Presiden Donald Trump sebelumnya untuk menarik semua pasukan dari Suriah.

Pentagon mengklaim langkah itu bertujuan untuk “melindungi” ladang minyak dan fasilitasnya dari kemungkinan serangan Daesh. Klaim itu datang meskipun Trump sebelumnya menyatakan bahwa Washington mencari kepentingan ekonomi dalam usaha mengendalikan ladang minyak di Suriah.

Suriah, yang belum mengesahkan kehadiran militer AS di wilayahnya, mengatakan bahwa Washington “menjarah” minyak negaranya.

Kehadiran pasukan AS di Suriah timur dinilai sangat mengganggu warga sipil, hingga penduduk setempat pada beberapa kesempatan menghentikan konvoi militer Amerika yang memasuki wilayah tersebut.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *