Sanaa: Blokade Bandara oleh Koalisi Agresor untuk Halangi Pasokan Medis, Lebih Mematikan daripada Senjata Saudi - POROS PERLAWANAN
Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Sanaa: Blokade Bandara oleh Koalisi Agresor untuk Halangi Pasokan Medis, Lebih Mematikan daripada Senjata Saudi

POROS PERLAWANAN – Penasihat Hukum Kementerian HAM Yaman, Hamid al-Rafiq menyatakan bahwa tindakan Pemerintah Italia dalam menghentikan penjualan senjata ke Saudi adalah langkah positif. Namun, yang lebih penting dari itu adalah tindakan untuk menghentikan agresi Saudi dan mencabut blokade atas Yaman.

Dilansir Fars, Pemerintah Italia pada Jumat 29 Januari lalu telah membatalkan izin penjualan bom dan rudal kepada UEA serta Saudi. Roma juga berencana tidak akan mengeluarkan izin lagi untuk menjual senjata-senjata baru kepada Koalisi Saudi.

Jubir Ansharullah, Muhammad Abdussalam memberi tanggapan atas keputusan Pemerintah Italia tersebut.

“Keputusan Italia untuk membatalkan penjualan senjata ke negara-negara agresor adalah sebuah langkah positif,” kata Abdussalam.

“Langkah ini akan membantu dukungan terhadap warga sipil dan proses perdamaian di Yaman,” imbuhnya.

Meski demikian, al-Rafiq dalam wawancara dengan stasiun televisi al-Masirah mengatakan, ”Tindakan Pemerintah Italia merupakan langkah positif, namun terlambat dilakukan. Kami berharap bahwa negara-negara pendukung Koalisi Saudi menghentikan penjualan senjata kepada para agresor ini.”

Al-Rafiq lalu menyinggung ratusan pasien yang menjadi korban akibat diblokadenya bandara internasional Sanaa oleh Koalisi Saudi. Ia menegaskan, penutupan bandara Sanaa dan blokade atas rakyat Yaman lebih mematikan ketimbang senjata-senjata Koalisi Saudi.

“Sesuai hukum internasional, orang-orang yang mendukung Koalisi Agresor dengan pendirian dan senjata mereka, berarti merupakan sekutu dalam kejahatan,” lanjutnya.

Sejak 2016, Koalisi Saudi telah melarang semua penerbangan di bandara internasional Sanaa. Mereka hanya mengecualikan penerbangan-penerbangan urusan kemanusiaan PBB dan sejumlah lembaga kemanusiaan, yang sangat jarang dilakukan di bandara tersebut.

Kemenkes Yaman mengumumkan, puluhan ribu pasien Yaman telah kehilangan nyawa, lantaran tidak bisa pergi ke luar negeri untuk berobat.

Ratusan ribu pasien Yaman saat ini juga membutuhkan pengobatan di luar negeri. Blokade dan penutupan bandara Sanaa telah mencabut nyawa lebih dari 28 ribu pasien kanker, yang disebabkan tiadanya perangkat medis memadai di negara tersebut.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *