Serupa Langkah Trump, Macron Manfaatkan Isu JCPOA untuk Lestarikan Status Saudi sebagai 'Sapi Perah Barat' - POROS PERLAWANAN
Loading

Ketik untuk mencari

Analisa

Serupa Langkah Trump, Macron Manfaatkan Isu JCPOA untuk Lestarikan Status Saudi sebagai ‘Sapi Perah Barat’

POROS PERLAWANAN – Dilansir al-Alam, Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Jumat 29 Januari lalu merilis statemen aneh bin ajaib. Ia mengatakan, beberapa sekutu regional kekuatan-kekuatan dunia, termasuk Saudi, mesti disertakan dalam perundingan nuklir Iran!

Di saat sesuatu yang dinamakan JCPOA nyaris tak tersisa sebagai konsekuensi sanksi-sanksi AS atas Iran dan tiadanya komitmen dari negara-negara Eropa, statemen Macron ini jelas sangat mengherankan.

Dalam pandangan Republik Islam Iran, bukan hanya tidak bakal ada perundingan nuklir baru, tapi juga andai JCPOA akan dipulihkan kembali, pertama-tama sanksi-sanksi AS mesti dicabut, dan kedua, Barat harus membuang jauh-jauh ide perundingan baru terkait kesepakatan lama dari benak mereka.

Sesuai dengan UU Tindakan Strategis Iran, proses pengayaan 20 persen uranium telah dimulai. Program ini akan berjalan terus berdasarkan penentuan waktu yang telah digariskan. Jika pihak-pihak Barat masih bersikap abai seperti saat ini, maka proses keluarnya Iran dari Protokol Tambahan akan segera diimplementasikan dalam pekan-pekan mendatang.

Statemen Presiden Prancis pada Jumat lalu ini tampaknya tak lebih dari upaya untuk menghibur hati Saudi, yang tengah terlunta-lunta karena kehilangan pelindung pasca lengsernya Donald Trump.

Dari sudut pandang lain, Macron dengan statemen ini berusaha untuk menyempurnakan kembali proyek kehadiran Prancis di Kawasan. Proyek ini sudah dimulai sejak beberapa waktu lalu dengan intervensi Prancis dalam masalah Lebanon dan Irak. Kini, dengan pernyataan dukungan untuk Saudi, proyek tersebut telah memasuki fase penyempurnaannya.

Dalam situasi sekarang, pandangan Prancis kepada Saudi adalah “pandangan lembut yang dilatar belakangi pengincaran laba dari Dinasti Salman.” Ini sama persis dengan pandangan Trump kepada dinasti tersebut, yang menganggap mereka sebagai “sapi perah Barat”.

Perbedaannya, Trump memerah Dinasti Salman sembari merendahkan mereka, sementara Prancis menggunakan narasi yang bisa meningkatkan kepercayaan diri Saudi, dengan tujuan mengeksploitasi negara ini, terutama dalam menjual persenjataan kepada mereka.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *