Loading

Ketik untuk mencari

Rusia

Santai Dirinya Dicap ‘Pembunuh’, Putin Tantang Biden Debat Terbuka dalam Siaran Live Tanpa Jeda

Santai Dirinya Dicap 'Pembunuh', Putin Tantang Biden Debat Terbuka dalam Siaran Live Tanpa Jeda

POROS PERLAWANAN – Dilansir al-Alam, Presiden Rusia Vladimir Putin mengundang Presiden AS Joe Biden untuk berdialog dalam sebuah siaran langsung.

Baru-baru ini, Putin dan pemerintahannya menjadi sasaran tuduhan para petinggi Washington, termasuk Biden sendiri.

Bicara soal hubungannya dengan Presiden AS, Putin berkata, ”Saat kami berbicara via telepon terakhir kali, dia lah yang pertama kali menghubungi. Saya ingin mengundang Presiden Biden untuk melanjutkan dialog. Namun syaratnya, kami harus melakukannya secara live, tanpa adanya jeda (dalam pembicaraan), langsung, dan terbuka.”

“Menurut saya, (dialog) ini akan sangat menarik bagi warga Rusia, AS, juga warga negara-negara lain,” kata Putin dalam wawancara dengan Russia24, Kamis 18 Maret malam.

Presiden Rusia bahkan mengutarakan kesiapannya untuk melakukan dialog besok (Jumat ini) secara langsung dengan koleganya dari AS tersebut.

Dalam wawancara panjang dengan stasiun televisi ABC News pada Selasa 16 Maret lalu, Biden menyebut Putin sebagai “pembunuh”. Ia pun mengklaim bahwa Putin akan menerima ganjaran “lantaran mengintervensi Pilpres AS”.

Saat presenter ABC News berkata, ”Anda mengenal Vladimir Putin. Apakah menurut Anda dia seorang pembunuh?” Biden menjawab, ”Saya rasa demikian.”

Putin merespons penghinaan Presiden AS, Joe Biden terhadap dirinya dengan santai. Menurut laporan Interfaks, saat ditanya komentarnya terkait statemen Biden, Putin menjawab, ”Saya berharap dia baik-baik saja. Pembunuh adalah orang yang menyebut selainnya sebagai pembunuh.”

“Manusia cenderung mendeskripsikan orang-orang lain sebagaimana dirinya sendiri. AS berpikir kami mirip dengan mereka. Namun kami memiliki gen yang berbeda dari mereka,” imbuh Putin.

Seraya menjelaskan bahwa Moskow ingin bekerja sama dengan Washington, Putin menambahkan, ”(Namun kerja sama) ini harus dengan cara yang menguntungkan kedua belah pihak dan memerhatikan kepentingan Rusia. Para petinggi AS bertekad untuk menjalin hubungan dengan Rusia sesuai kehendak mereka. Namun kami bekerja sama dengan mereka berasaskan kepentingan kami.”

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *