Loading

Ketik untuk mencari

Arab Saudi

Saudi Sengaja Gunakan Turnamen Olahraga Berbiaya Besar untuk Poles Citra Buruknya sebagai Pelanggar HAM

Saudi Sengaja Gunakan Turnamen Olahraga Berbiaya Besar untuk Poles Citra Buruknya sebagai Pelanggar HAM

POROS PERLAWANAN – Lembaga HAM, Grant Liberty dalam laporannya mengungkap biaya besar yang digelontorkan Pemerintah Saudi untuk menyelenggarakan turnamen olahraga. Grant Liberty menilai, ini adalah upaya Riyadh untuk merehabilitasi citra buruk Saudi di bidang HAM.

Dikutip Fars dari Guardian, laporan Grant Liberty mendeskripsikan upaya Saudi ini dengan “pencucian uang melalui olahraga”. Dengan kata lain, Saudi menjadi tuan rumah atau menanamkan modal dalam turnamen-turnamen olahraga besar demi menciptakan kesan sebagai “negara berpemikiran progresif dan ramah bagi turis”.

Oleh sebab itu, Muhammad bin Salman telah menjalin kesepakatan senilai 145 juta dolar dengan Federasi Sepakbola Spanyol selama 3 tahun. Saudi juga menganggarkan 15 juta dolar untuk menyelenggarakan turnamen golf internasional, 33 juta dolar untuk menjadi tuan rumah kejuaraan biliar, dan 100 juta dolar untuk melangsungkan pertandingan tinju “Clash on the Dunes”, yang mempertemukan Andy Ruiz Jr dan Anthony Joshua pada tahun 2019 silam.

Saudi pada tahun 2014 meneken perjanjian senilai 500 juta dolar selama 10 tahun dengan World Wrestling Entertainment, yang merupakan sebuah media massa dan korporasi hiburan.

Dalam waktu dekat juga akan dilangsungkan pertandingan tinju antara Tyson Fury versus Anthony Joshua di Saudi. Untuk mengadakan pertandingan tersebut, Pemerintah Riyadh menganggarkan dana senilai 200 juta dolar.

Beberapa waktu lalu, harian Telegraph mengabarkan bahwa Cristiano Ronaldo telah menolak tawaran kerja sama dengan Kementerian Pariwisata Saudi. Ronaldo ditawari bayaran 6 juta euro per tahun agar ia mengunjungi Saudi dan fotonya digunakan dalam promosi Kementerian Pariwisata Saudi.

Anggota Grant Liberty, Lucy Rae mengatakan kepada Guardian, bahwa Pemerintah Saudi banyak melakukan pelanggaran HAM. Di saat bersamaan, Saudi berusaha memanfaatkan para bintang olahraga untuk menutupi tindak-tindak represifnya, seperti penyiksaan, persekusi, dan pembunuhan.

Rae mengatakan, baru-baru ini Pemerintah AS merilis laporan intelijen soal keterlibatan Bin Salman dalam pembunuhan Jamal Khashoggi. Ia menegaskan, penyelenggaraan turnamen-turnamen olahraga di Saudi jangan sampai menghalangi masyarakat untuk mengetahui kebenaran.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *