Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Selain Ulah Jahat Saudi dan AS, Ada Andil ‘Restu’ PBB dalam Pembajakan Kapal Tanker Minyak Yaman

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, Perusahaan Perminyakan Yaman (YPC) mengecam Koalisi Agresor yang dimotori Saudi-AS karena menyita kapal tanker minyak Yaman, menyebut Perserikatan Bangsa-Bangsa turut andil dalam mendukung kejahatan tersebut.

“Koalisi AS-Saudi terus menyita kapal yang membawa bahan bakar Yaman di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa,” kata Direktur Eksekutif YPC, Ammar al-Adhrai.

Al-Adhrai membuat pernyataan tersebut pada Jumat dalam aksi protes yang diadakan di luar kantor PBB di Ibu Kota Yaman, Sana’a. Aksi protes tersebut mengangkat tajuk “Menyangkal pengepungan adalah kejahatan tambahan”.

“Sejak awal 2021, baru satu kapal pengangkut solar yang bisa masuk ke Hudaydah,” imbuhnya, mengacu pada pelabuhan strategis yang menjadi jalur kehidupan jutaan rakyat Yaman.

Adhrai memperingatkan bahwa nyawa 26 juta warga Yaman akan terancam jika tindakan mencegah kapal bahan bakar Yaman memasuki Hudaydah terus berlanjut.

“Utusan Khusus PBB untuk Yaman, Martin Griffiths harus kembali ke Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut yang mengkriminalisasi tindakan pembajakan. Itu juga merupakan kewajiban semua negara di dunia untuk melakukan upaya terbaik mereka untuk menghentikan tindakan pembajakan terhadap negara mana pun …. Perserikatan Bangsa-Bangsa terlibat dalam pembajakan laut,” kata pejabat Yaman itu.

Pada pertengahan Maret, Adhrai mengumumkan bahwa total kerugian yang disebabkan penyitaan kapal tanker Yaman oleh koalisi AS-Saudi telah mencapai $ 34,5 juta tahun ini.

Arab Saudi melancarkan perang yang menghancurkan tetangga selatannya sejak Maret 2015 bekerja sama dengan sejumlah negara sekutunya, dan dengan dukungan senjata dan logistik dari AS dan beberapa negara Barat lainnya.

Tujuannya adalah untuk mengembalikan rezim yang didukung Saudi ke tampuk kekuasaan di Yaman dan menghancurkan gerakan populer Ansharullah yang telah menjalankan urusan negara sejak tak adanya pemerintahan efektif di Yaman.

Perang telah gagal mencapai tujuannya, tetapi membunuh puluhan ribu orang Yaman yang tidak bersalah dan menghancurkan infrastruktur negara miskin itu.

Tags: