Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Semakin Tak Masuk Akal, Israel Ancam Terapkan Strategi Penghancuran Total Gaza dan Usir Paksa Seluruh Penduduknya

Semakin Tak Masuk Akal, Israel Perluas Strategi Perang dan Penduduk Gaza Akan Dipaksa Pindah

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich menyatakan bahwa Israel berencana untuk “menghancurkan sepenuhnya” Gaza sebelum memindahkan penduduknya ke negara lain. Dalam pernyataan yang disampaikan pada Senin 5 Mei, Smotrich mengungkapkan bahwa Kabinet Perdana Menteri Benyamin Netanyahu telah memutuskan untuk memperluas operasi militer dan melaksanakan pendudukan permanen di Gaza, yang menjadi bagian dari strategi perang yang lebih besar.

Smotrich menegaskan bahwa Israel tidak berniat untuk menarik diri dari Gaza. “Kami akhirnya akan menduduki Jalur Gaza. Kami akan berhenti takut dengan kata ‘pendudukan’,” ujarnya, merujuk pada rencana untuk menggantikan serangan berbasis penyerbuan dengan perang skala penuh. Tujuan utama Israel adalah memaksa penduduk Gaza untuk pindah ke bagian selatan wilayah Gaza atau ke negara ketiga, sesuai dengan usulan yang sebelumnya diajukan oleh Presiden AS, Donald Trump.

Namun, rencana ini menghadapi penolakan luas, baik di kalangan warga Israel maupun internasional. Banyak warga Israel yang khawatir bahwa perluasan perang ini akan meningkatkan jumlah korban jiwa, termasuk tawanan yang kini berada di Gaza. PBB dan sejumlah organisasi HAM mengecam rencana ini sebagai pelanggaran hak asasi manusia berat, menyebut pemindahan paksa penduduk Gaza sebagai tindakan yang tidak sah.

Kepala Staf Umum Pasukan Pertahanan Israel, Eyal Zamir, juga memperingatkan bahwa skema ini dapat membahayakan nyawa para tawanan yang ada di Gaza. Sebuah kelompok yang mendukung pertukaran tawanan juga mengkritik kebijakan tersebut dan menyebutnya sebagai “rencana Smotrich-Netanyahu” yang dapat memperburuk situasi.

Sejak 18 Maret, ketika Israel melanggar perjanjian gencatan senjata dan melanjutkan serangannya di Gaza, lebih dari 2.200 warga Palestina tewas dan lebih dari 6.300 lainnya terluka. Jumlah keseluruhan korban jiwa warga Palestina sejak dimulainya konflik pada 7 Oktober 2023 telah mencapai lebih dari 52.945 orang, sebagian besar di antaranya adalah wanita dan anak-anak, dengan lebih dari 118.000 orang terluka.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *