Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Serangan Simultan Rudal dan Drone Hizbullah ke Pangkalan Militer, Pukulan Telak bagi Pertahanan Udara Israel

Serangan Simultan Rudal dan Drone Hizbullah ke Pangkalan Militer, Pukulan Telak bagi Pertahanan Udara Israel

POROS PERLAWANAN – Dalam eskalasi terbaru konflik regional, Hizbullah mengumumkan serangan gabungan yang melibatkan rudal canggih dan drone terhadap beberapa pusat militer vital Israel. Serangan ini menargetkan pangkalan pertahanan udara rudal di Al-Khadeera, pangkalan militer Elyakim di selatan Haifa, dan pangkalan Sharaga di utara kota Akka, di mana pertahanan udara Israel dilaporkan gagal mencegah serangan tersebut. Akibat kegagalan itu, beberapa drone Hizbullah berhasil bertahan dan beroperasi di wilayah udara Israel selama beberapa waktu.

Menurut pernyataan resmi Hizbullah pada Kamis 31 Oktober, serangan ini merupakan bagian dari operasi “Khaibar”, yang bertujuan membela rakyat Palestina di Gaza, melindungi kedaulatan Lebanon, dan sebagai balasan atas tindakan agresi Israel yang terus berlanjut. Hizbullah menegaskan bahwa serangan ini dilakukan oleh pejuang mereka dengan semangat “Labbaik Ya Nasrallah!” sebagai bentuk kesetiaan kepada pemimpin mereka.

Pengakuan Media Israel: Drone Hizbullah Tabrak Pangkalan Sharaga

Media Israel mengonfirmasi bahwa sebuah drone Hizbullah berhasil menabrak pangkalan militer Sharaga di dekat Akka dan meledak setelah mencapai targetnya. Dalam perkembangan lain, Juru Bicara Militer Israel secara terbuka menyatakan bahwa lima drone Hizbullah berhasil bertahan di langit wilayah utara Israel selama lebih dari 20 menit tanpa dapat dihancurkan oleh sistem pertahanan udara Iron Dome.

Sumber media Yediot Ahronot, salah satu media utama Israel, melaporkan bahwa sebuah ledakan kuat terdengar di kota Al-Khadeera, yang terletak di utara Tel Aviv. Insiden ini mengakibatkan ketegangan di kalangan warga Israel, di mana sirene peringatan terus berbunyi akibat dari serangan drone yang berasal dari wilayah Lebanon. Sejumlah warga melaporkan bahwa peringatan di telepon seluler mereka berdering tanpa henti selama sekitar 15 menit, mengindikasikan ketidakmampuan sistem pertahanan Israel untuk meredam serangan ini.

Dampak Serangan Rudal Hizbullah Picu Kebakaran Besar di Israel Utara

Selain serangan drone, Hizbullah juga melancarkan serangkaian serangan rudal yang telah menyebabkan kerusakan serius. Media Israel mengabarkan bahwa kebakaran meluas di lebih dari 220 ribu dunam (220 juta meter persegi) di wilayah utara Israel, akibat serangan rudal Hizbullah dari Lebanon. Kebakaran ini telah menyebar ke beberapa permukiman dan lahan terbuka, menimbulkan kerugian besar bagi Israel sejak pecahnya konflik ini.

Serangan Tepat Sasaran terhadap Konsentrasi Pasukan Israel di Permukiman Militer

Hizbullah menyatakan bahwa serangan drone bunuh diri berhasil menghantam konsentrasi pasukan Israel yang berada di permukiman Jaatoun dan Shtula. Serangan ini diklaim Hizbullah sebagai bagian dari operasi mereka yang ke-19 dalam beberapa pekan terakhir, dan dilaporkan sukses menghantam sasaran dengan presisi tinggi.

Hizbullah Usir Pesawat Tempur Israel dari Wilayah Udara Lebanon

Dalam perkembangan lain, Hizbullah menyampaikan bahwa Unit Pertahanan Udaranya berhasil memaksa sebuah jet tempur Israel keluar dari wilayah udara Lebanon setelah melakukan penargetan langsung di atas wilayah Zahrani. Ini menambah rekam jejak Hizbullah dalam mengusir pesawat tempur militer Israel, setelah sebelumnya mereka berhasil menembak drone Hermes 450 milik Israel yang terbang di wilayah udara barat Lebanon menggunakan rudal darat ke udara.

Pengakuan Kekuatan Hizbullah oleh Media Israel

Media Israel kini secara terbuka mengakui peningkatan kemampuan militer Hizbullah, yang terus menunjukkan kekuatan serangan rudal dan drone mereka ke wilayah utara Israel. Dilaporkan bahwa hingga saat ini, serangan rudal dan drone Hizbullah masih berlanjut tanpa tanda-tanda pelonggaran, memperlihatkan ketidakmampuan sistem pertahanan Israel dalam menahan gempuran konstan dari arah Lebanon.

Serangan terbaru ini menunjukkan meningkatnya intensitas pertempuran antara Hizbullah dan Israel, sementara kemampuan pertahanan Israel tampak kewalahan menghadapi strategi serangan yang terus berkembang dari kelompok Perlawanan Lebanon ini.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *