Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Serangan Udara AS Bombardir 2 Pulau Strategis Yaman

POROS PERLAWANAN — Pesawat tempur Amerika Serikat kembali melancarkan serangan udara di Yaman, menargetkan wilayah sipil dan strategis di pesisir Laut Merah. Jaringan televisi Al-Masirah melaporkan bahwa serangan terjadi pada Senin dini hari 7 April, dan menandai eskalasi terbaru dari agresi militer AS terhadap negara yang telah dilanda perang selama hampir satu dekade.

Menurut laporan dari koresponden Al-Masirah di Provinsi Al Hudaydah, dua serangan udara dilancarkan terhadap Pulau Kamaran, sebuah kawasan strategis di barat Yaman. Pulau ini memiliki nilai geopolitik tinggi karena letaknya yang menghadap langsung jalur pelayaran Laut Merah, salah satu lintasan perdagangan tersibuk di dunia.

Tak hanya itu, wilayah Jabal al-Mahsam di Provinsi Hajjah juga dilaporkan menjadi sasaran serangan tambahan oleh jet-jet tempur AS, sebagaimana disebutkan dalam laporan sejumlah media Arab.

Dalih Perlindungan, Realita Penjajahan

Serangan ini terjadi di tengah intensifikasi operasi udara Washington sejak 15 Maret lalu, sebuah operasi yang diklaim bertujuan “melindungi navigasi internasional” dari ancaman kelompok Houthi yang menyerang kapal-kapal terkait Israel. Namun, fakta di lapangan menunjukkan arah sebaliknya.

Pemerintah Yaman menegaskan bahwa target utama AS bukan sekadar fasilitas militer, melainkan infrastruktur sipil dan kawasan permukiman, yang mengakibatkan gugurnya sejumlah warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.

Pola ini mencerminkan kecenderungan operasi militer AS di wilayah Asia Barat: mengatasnamakan stabilitas, namun menebar kehancuran di Kawasan yang tak pernah memberikan mandat pada kehadiran kekuatan imperialis.

Kamaran: Simpul Strategis di Laut Merah

Pulau Kamaran, yang terletak tak jauh dari pelabuhan strategis Al Hudaydah, secara historis menjadi titik penting bagi pengawasan jalur laut Laut Merah. Kontrol atas pulau ini berarti kendali atas sebagian besar lintasan komersial antara Laut Arab dan Terusan Suez; sesuatu yang kini diperebutkan dalam konstelasi perang energi dan logistik global.

Serangan ini memperkuat pola lama: ketika kekuatan imperialis kehilangan kendali diplomatik dan ekonominya, mereka beralih ke cara lama; bom dan misil. Akan tetapi rakyat Yaman, seperti rakyat Gaza, Lebanon, Irak, dan Iran, telah lama belajar bahwa langit yang dipenuhi drone bukan akhir dari sejarah, melainkan babak baru dalam perlawanan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *