Seribu Serdadu Suriah yang Menyerah kepada Rezim Jolani Hilang Tak Tentu Rimbanya
POROS PERLAWANAN – Dikutip Mehr dari al-Maalomah, berbagai sumber mengumumkan bahwa sekitar 2 ribu serdadu Suriah telah kembali ke negara mereka secara sukarela setelah beberapa pekan. Mereka lari ke Irak saat Pemerintahan Bashar Assad digulingkan anasir teroris yang dipimpin Jolani.
Anasir Jolani telah menerima para serdadu Suriah ini dari pihak Irak. Mereka berjanji akan memulangkan para serdadu tersebut ke rumah-rumah mereka dengan selamat. Meski demikian, separuh dari mereka masih belum tiba di rumah.
Berbagai sumber menyatakan, nasib para serdadu Suriah itu masih belum diketahui. Ada kemungkinan bahwa mereka dibawa ke penjara-penjara rezim Jolani. Keluarga para serdadu itu juga memilih bungkam lantaran takut kepada kebiadaban para teroris yang menguasai Suriah. Namun mereka berusaha menyampaikan kekhawatiran mereka kepada lembaga-lembaga internasional.
Struktur Keamanan Baru Suriah dengan para Teroris dari 20 Negara
Sementara itu, sumber-sumber terpercaya mengabarkan kehadiran anasir teroris dari 20 negara dunia dalam struktur keamanan baru rezim Jolani. Hal ini belum pernah terjadi di satu pun negara Islam atau Arab.
Sumber-sumber al-Maalomah menyatakan, struktur keamanan Suriah mencakup para teroris dengan 20 kewarganegaraan berbeda. Struktur keamanan ini menjadi sayap keamanan bagi rezim teroris Jolani.
Para anasir teroris itu berasal dari negara-negara seperti Republik Azerbaijan, Chechnya, Uzbekistan, dan beberapa negara Asia lainnya. Mereka memegang tugas-tugas penting dalam struktur keamanan rezim Jolani. Dalam beberapa hari terakhir, para anasir teroris ini berperan dalam rangkaian pembantaian berdarah di Suriah.
Struktur keamanan baru Suriah memanfaatkan para teroris yang sepaham dengan Jolani dari sisi pemikiran. Hal ini bisa menyebabkan munculnya krisis-krisis berbahaya di masa mendatang, sebab sebelum ini, para teroris tersebut dikenal dengan aksi-aksi biadab mereka.
