Serukan Konsolidasi, Pemimpin Tertinggi: Persatuan Nasional Iran Guncang Lawan
POROS PERLAWANAN — Persatuan nasional Iran mengguncang kalkulasi lawan dan memicu retakan dalam barisan mereka. Pernyataan itu disampaikan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Sayyid Mujtaba Khamenei dalam pesan di platform X, Kamis malam waktu setempat.
Menurut laporan Press TV pada Jumat 24 April, Ayatullah Mujtaba Khamenei menilai soliditas publik yang menguat telah mengganggu strategi pihak yang berupaya melemahkan Republik Islam. Ia menekankan pentingnya menjaga momentum melalui langkah konkret yang memperkuat kohesi nasional.
“Karena persatuan luar biasa di antara warga, telah terjadi retakan pada pihak lawan”, tulisnya. Ia menambahkan bahwa penguatan persatuan akan membuat fondasi nasional semakin kokoh, sementara pihak lawan kian melemah.
Ayatullah Mujtaba Khamenei juga memperingatkan operasi perang psikologis yang menargetkan opini publik. Ia menilai media lawan berupaya memengaruhi persepsi masyarakat untuk merusak stabilitas nasional. “Operasi media lawan menyasar pikiran dan psikologi masyarakat untuk merusak persatuan dan keamanan nasional. Jangan sampai kelalaian kita memberi ruang bagi niat ini”.
Pernyataan ini muncul di tengah tekanan berlapis terhadap Iran, termasuk sanksi ekonomi, ancaman militer, dan kampanye propaganda oleh Amerika Serikat, Israel, serta sekutu Barat.
Di hari yang sama, tiga pucuk pimpinan negara Iran merespons pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump tentang perpecahan internal kepemimpinan Republik Islam. Presiden Masoud Pezeshkian, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, dan Kepala Peradilan Gholam-Hossein Mohseni Ejei menolak narasi tersebut dan menegaskan sikap bersama menjaga persatuan nasional.
