Anggota Kongres AS Sindir Trump: Kau Injak Sarang Lebah!
POROS PERLAWANAN – Anggota Kongres dari Partai Demokrat Massachusetts, Seth Moulton menanggapi ancaman Trump terhadap infrastruktur Iran dan tiadanya solusi darinya untuk menundukkan Negeri Mullah.
Fars memberitakan bahwa dalam wawancara dengan reporter MS NOW, Moulton menuduh Trump “melakukan kejahatan perang” dan mengecam serangan AS terhadap infrastruktur sipil di Iran.
“Dia telah menginjak sarang lebah, kakinya terjebak di dalamnya, dan dia tidak tahu cara mengeluarkannya. Jadi apa yang dia lakukan? Dia melakukan kejahatan perang,” kata Moulton dengan nada sarkastis.
Sementara itu, harian Wall Street Journal melaporkan bahwa Militer AS mengalami dua serangan militer signifikan pada Jumat 3 April dalam perang dengan Iran.
“Pasukan Iran menembak jatuh sebuah pesawat tempur serang F-15 di atas wilayah Iran, dan sebuah pesawat serang A-10 lainnya juga terkena tembakan dari sistem pertahanan udara Iran”, tulis WSJ.
“Insiden-insiden ini, yang terjadi setelah lebih dari sebulan konflik berkelanjutan, telah menimbulkan pertanyaan serius mengenai keberhasilan operasi AS dan Israel dalam melemahkan kemampuan militer Iran. Pejabat AS telah mengonfirmasi bahwa operasi pencarian dan penyelamatan tempur untuk awak pesawat tempur yang jatuh telah diluncurkan. Salah satu pilot telah diselamatkan, namun pencarian pilot kedua masih berlangsung.”
“Selama operasi penyelamatan yang sama, dua helikopter militer Black Hawk juga menjadi sasaran tembakan dari pasukan Iran, meskipun semua penumpangnya tetap selamat. Insiden-insiden ini menunjukkan bahwa meskipun AS dan Israel telah melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap lebih dari sebelas ribu sasaran di Iran, sistem pertahanan udara dan kemampuan tempur Iran tetap mampu menyerang peralatan canggih Amerika.”
Media tersebut kemudian menyatakan bahwa dua serangan berturut-turut ini, bertolak belakang dengan retorika tegas Pemerintahan Trump mengenai “pemusnahan total” pasukan Iran dan justru menggambarkan situasi yang berbeda.
WSJ, mengutip para pakar militer, menulis bahwa insiden-insiden ini dapat memengaruhi moral pasukan Amerika dan menimbulkan keraguan mengenai lamanya waktu serta biaya yang diperlukan untuk melanjutkan perang.
Dalam laporan terpisah, WSJ menyoroti kerusakan global pada peralatan Militer AS, dengan menyatakan bahwa perangkat keras canggih senilai miliaran Dolar telah rusak atau hilang selama perang.
“Perkembangan ini terjadi saat perang memasuki minggu kelima, dengan kedua belah pihak terus melakukan operasi militer. Penembakan pesawat tempur tersebut dianggap sebagai pencapaian propaganda yang signifikan bagi Iran”, tandas WSJ.
Laporan tersebut melanjutkan dengan menyatakan bahwa serangan drone dan rudal Iran telah menimbulkan tantangan serius bagi pasukan Amerika di Kawasan, sehingga meningkatkan tingkat risiko bagi mereka. Hal ini terjadi meskipun AS memperkirakan kemampuan rudal dan drone Iran akan melemah secara signifikan setelah sebulan pemboman intensif.
