Sindiran Legislator Hizbullah: Pemerintah Lebanon ‘Terobsesi Membuat AS Senang’
POROS PERLAWANAN – Anggota Fraksi al-Wafa di Parlemen Lebanon, Husain al-Hajj Hasan menyatakan bahwa Kawasan, Umat Islam, dan Lebanon saat ini sedang menghadapi masa depan yang tidak memberi tempat bagi orang-orang lemah.
“Jika tidak ada senjata untuk melindungi kebenaran, tidak bakal ada tempat untuk kebenaran. Kita tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi dalam 2 hari mendatang. Utusan AS akan melawat ke Lebanon dengan membawa tanggapan dari Israel untuk dokumen yang disahkan Pemerintah Lebanon. Tentu kita mengenal AS dan Israel. AS adalah sumber terorisme di dunia, sementara Israel adalah instrumen terorisme AS,” kata al-Hajj Hasan, Fars memberitakan.
“Orang-orang yang menghendaki pembatasan atau pelucutan senjata, atau istilah-istilah lain yang saat ini sedang populer di Lebanon dan negara-negara Kawasan, tidak punya jalan selain menyerah di hadapan tuntutan-tuntutan musuh dan dikte-dikte AS.”
“Dalam statemen Pemerintah Lebanon, selain isu-isu eksklusifitas senjata, keputusan soal perdamaian dan perang, juga ada pembicaraan tentang kedaulatan, mencegah agresi, kepulangan para tawanan, dan rekonstruksi daerah-daerah yang rusak. Namun hingga kini, kita hanya melihat dan mendengar pembicaraan soal eksklusifitas senjata. Apakah eksklusifitas senjata adalah satu-satunya problem Lebanon? Apakah tidak ada problem bernama agresi Israel? Apakah Pemerintah ini tidak melihat agresi harian Israel terhadap kedaulatan dan warga Lebanon? Tidak adakah problem bernama rekonstruksi? Apakah tidak ada para tawanan Lebanon yang menderita di penjara-penjara Musuh Zionis? Dua hari lalu, kalian membebaskan satu orang Israel tanpa satu pun kompensasi, perundingan, diskusi, bahkan tanpa melihat fakta bahwa para warga Lebanon masih ditahan oleh musuh.”
“Satu-satunya obsesi Pemerintah adalah membuat AS puas kepada mereka. Dengan tindakan ini, Pemerintah telah menempatkan rakyat Lebanon di ambang krisis, serta memosisikan Lebanon dalam sebuah terowongan usai mengesahkan 2 keputusan ilegal yang berlawanan dengan UUD. Dalam pandangan kami, dua keputusan ini tidak ada. Sebab itu, solusinya adalah Pemerintah harus kembali ke kedaulatan konkret, solidaritas, kesepakatan nasional, UUD, dan kepentingan rakyat Lebanon, serta jangan memedulikan tekanan-tekanan Barak.”
Pada 19 Juni lalu, Utusan AS untuk Urusan Suriah, Thomas Barak datang ke Beirut dengan membawa sebuah “peta jalan komprehensif.” Peta jalan itu mendesak Pemerintah Lebanon untuk merilis perintah pelucutan senjata Hizbullah sebelum akhir tahun.
