Soal Proyek Pelucutan Senjata: Joseph Aoun Dukung Agenda Amerika, Hizbullah Nyatakan Kesiapan Penuh Melawannya
POROS PERLAWANAN — Seorang peneliti politik Lebanon menegaskan bahwa Panglima Angkatan Bersenjata Lebanon, Joseph Aoun, tengah berupaya menjalankan proyek-proyek Amerika terkait pelucutan senjata Hizbullah. Menurutnya, mustahil bagi pihak Perlawanan untuk meletakkan senjata hanya karena tekanan musuh.
Kantor Berita Mehr, pada Selasa 2 September melaporkan bahwa peneliti politik Lebanon, Ali Ahmed, dalam konferensi internasional “Pelucutan Senjata Hizbullah dan Masa Depan Lebanon” menilai Pemerintah Lebanon saat ini berada di bawah dominasi Amerika Serikat. Ia juga menyebut Panglima Angkatan Bersenjata Lebanon, Joseph Aoun, aktif mendorong agenda Washington yang menentang keberadaan senjata Perlawanan.
“Perang terbaru, Perang Dukungan Gaza membuktikan ketangguhan Hizbullah,” ujar Ahmed. Menurutnya, meskipun Israel berhasil membunuh Sekjen Hizbullah, Sayyid Hasan Nasrallah dan sejumlah komandan senior, tujuan strategis Tel Aviv untuk melumpuhkan Hizbullah gagal total. “Perlawanan tetap ada dan bertahan,” tegasnya.
Ahmed menambahkan bahwa meskipun gencatan senjata telah dicapai, Israel tidak mematuhi komitmen yang disepakati dan justru menimbulkan kerusakan besar di Lebanon selatan hingga wilayah Sungai Litani.
Lebih lanjut ia menyebut rencana pelucutan senjata Hizbullah kini dijalankan atas dorongan Amerika dan Arab Saudi. Bahkan, Riyadh disebut tidak keberatan jika upaya ini memicu perang saudara. “Bagi mereka, yang terpenting adalah pelucutan senjata Hizbullah,” kata Ahmed, seraya menyebut Duta Besar AS untuk Lebanon, Tom Barrack, ikut mendorong agenda tersebut.
Namun, menurutnya, sikap Perlawanan jelas: selama ancaman Israel masih ada, senjata tidak akan diturunkan. Hizbullah disebut siap berpartisipasi dalam perumusan strategi pertahanan nasional Lebanon demi menjaga kedaulatan negara.
“Utusan Amerika sendiri mengakui tidak bisa menjamin Israel akan mundur dari Lebanon. Dalam kondisi seperti itu, tidak masuk akal jika Perlawanan diminta menyerahkan senjatanya,” tandas Ahmed.
Ia menegaskan bahwa Hizbullah tidak akan memberi konsesi politik yang gagal dicapai Israel di medan perang. “Jika pertempuran kembali pecah, Perlawanan siap. Jalan keluar satu-satunya adalah Pemerintah Lebanon membatalkan resolusinya terhadap Hizbullah dan membangun strategi pertahanan nasional bersama,” pungkasnya.
