Starmer Tolak Tekanan AS Usai Kebocoran Pentagon, Tegaskan Kedaulatan Falkland
POROS PERLAWANAN — Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer menolak tekanan terhadap sikap London atas perang Iran, menyusul kebocoran dokumen internal Pentagon yang menyinggung kemungkinan peninjauan dukungan Amerika terhadap Kepulauan Falkland.
Menurut laporan Al-Mayadeen pada Jumat 24 April, Juru Bicara Starmer menyatakan bahwa Pemerintah Inggris tidak akan mengubah posisi akibat tekanan eksternal. Starmer disebut konsisten menempatkan kepentingan nasional sebagai dasar kebijakan.
Kebocoran email internal Pentagon menunjukkan adanya opsi kebijakan untuk merespons sekutu NATO yang dinilai tidak mendukung operasi Amerika dalam konflik Iran. Salah satu opsi mencakup peninjauan dukungan diplomatik terhadap wilayah yang disebut sebagai peninggalan imperium Eropa, termasuk Kepulauan Falkland.
Pemerintah Inggris menegaskan posisi terkait Falkland tidak berubah. “Kedaulatan berada pada Inggris, dan hak penduduk pulau untuk menentukan nasib sendiri sangat penting. Ini posisi tetap kami dan akan terus dipertahankan,” ujar Juru Bicara tersebut.
London juga menekankan sikap tersebut telah disampaikan secara konsisten kepada Pemerintahan Amerika Serikat dari waktu ke waktu.
Saat ditanya apakah langkah itu merupakan bentuk tekanan agar Inggris bergabung dalam perang Iran, Juru Bicara itu menolak asumsi tersebut. Starmer, kata dia, tidak terpengaruh oleh tekanan semacam itu dan akan terus mengambil keputusan berdasarkan kepentingan nasional.
Pernyataan ini muncul di tengah dinamika hubungan transatlantik yang menghangat, seiring perbedaan sikap atas konflik Iran dan ekspektasi dukungan militer di antara sekutu Barat.
