Statemen Absurd Jolani Pascapembantaian Lebih dari Seribu Warga Suriah: Tetap Tenang, Kita Bisa Hidup Berdampingan..
POROS PERLAWANAN – Dikutip Mehr dari al-Mayadeen, Pemimpin teroris penguasa Suriah menanggapi rangkaian serangan keji anasirnya terhadap warga sipil negara tersebut.
“Apa yang terjadi di Suriah saat ini adalah bagian dari tantangan-tantangan yang bisa diprediksi,” ujar Jolani.
“Persatuan nasional dan perdamaian domestik harus dijaga.”
“Kami meminta dari rakyat Suriah untuk tetap tenang, sebab negara membutuhkan kekuatan yang diperlukan untuk bisa bertahan.”
“Kita bisa hidup berdampingan satu sama lain. Tidak perlu ada ketakutan terhadap situasi negara.”
Berbagai kelompok Kristen di Suriah merilis statemen bersama demi merespons terjadinya pembantaian besar-besaran di berbagai kawasan pesisir negara tersebut.
Dalam statemen bersama tersebut, kelompok-kelompok Kristen Suriah mengutuk pembantaian warga tak berdosa di pesisir Suriah. Mereka menegaskan kejahatan mengerikan ini harus dihentikan.
Kalangan Kristen Suriah mengecam segala bentuk agresi terhadap perdamaian domestik dan menentang disintegrasi negara mereka.
Mereka meminta dari pihak-pihak terkait untuk menjalankan kewajiban demi menghentikan kekerasan di Suriah. Kaum Kristen Suriah meminta pihak-pihak tersebut menemukan jalan keluar damai.
Mereka menegaskan, Suriah harus dibangun berdasarkan prinsip kesetaraan dan partisipasi nyata seluruh warganya.
Serangan biadab anasir rezim Jolani di berbagai kawasan pesisir Suriah hingga kini telah menewaskan lebih dari seribu orang.
Al-Mayadeen melaporkan, salah satu aspek paling mengerikan dari pembantaian ini adalah cara mereka membunuhi warga. Banyak keluarga yang dibantai hanya karena mereka adalah penganut Alawi. Beberapa korban bahkan dibunuh dengan metode pemenggalan, yang mirip dengan apa yang dilakukan kelompok teroris ISIS. Di beberapa desa, jumlah korban begitu banyak sehingga para pelaku menggunakan buldoser untuk memindahkan jenazah.
