Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Strategi AS-Israel ‘Berbagi Tugas dan Peran’ dalam Eskalasi Perang di Jalur Gaza dan Yaman

Trump Kembali Umbar Ancaman dan Hinaan kepada Hamas

POROS PERLAWANAN – Sebuah media berbahasa Ibrani pada Kamis 20 Maret, mengungkap bahwa Pemerintah Amerika Serikat telah meminta Israel untuk tidak menanggapi serangan rudal yang diluncurkan oleh Angkatan Bersenjata Yaman dan menyerahkan respons militer sepenuhnya kepada pasukan AS.

Menurut laporan Tasnim News Agency, mengutip situs berita berbahasa Ibrani Ynet, Washington telah mengirim pesan resmi kepada pejabat Israel agar menahan diri dari membalas serangan yang dilakukan oleh Ansharullah (Houthi) di Yaman. AS meminta Tel Aviv untuk fokus pada operasi militernya di Jalur Gaza, sementara urusan terkait serangan rudal dari Yaman akan ditangani langsung oleh militer AS.

Instruksi Langsung dari Washington

Seorang pejabat tinggi Israel yang dikutip oleh Ynet menyatakan bahwa permintaan AS tersebut bersifat formal dan mendesak.

“Washington telah secara resmi meminta Israel untuk tidak memberikan respons terhadap peluncuran rudal oleh Ansharullah Yaman,” ujar pejabat tersebut.

Media Israel melaporkan bahwa keputusan ini lebih menguntungkan bagi Israel, karena setiap serangan balasan terhadap Yaman akan membutuhkan operasi militer yang kompleks. Selain jarak yang jauh, serangan udara Israel terhadap Yaman juga memerlukan pengisian bahan bakar di udara, yang semakin meningkatkan tantangan logistik dan operasional.

Sebagai alternatif, AS telah menyarankan agar serangan terhadap Yaman dilakukan dari kapal induk AS yang berada di perairan sekitar, ketimbang Israel harus melakukan serangan langsung.

Strategi dan Kepentingan Militer AS-Israel

Seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Al Jazeera, kebijakan ini bukan pertama kalinya diterapkan.

“Pemerintahan Trump sebelumnya telah meminta Israel untuk tidak menanggapi serangan rudal Yaman oleh Houthi. Namun, kami tidak dapat memastikan berapa lama Israel akan tetap berkomitmen terhadap permintaan ini,” ujar pejabat tersebut.

Keputusan Washington untuk menangani sendiri ancaman dari Yaman mencerminkan strategi “pembagian tugas” dalam konflik regional yang lebih luas. Sementara Israel terus melancarkan operasi militernya di Jalur Gaza, AS tampaknya berusaha mengelola eskalasi di wilayah lain guna mencegah konflik lebih luas yang dapat menarik lebih banyak aktor ke dalam ketegangan Timur Tengah.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *