Surat Sekjen Hizbullah Syeikh Naim Qasim kepada Para Pejuang yang Terluka
POROS PERLAWANAN – Syeikh Naim Qasim, Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, dalam suratnya kepada para pejuang Hizbullah yang terluka, menyampaikan penghormatan atas keberanian dan pengorbanan mereka dalam perjuangan.
Pada Kamis, 6 Februari, Syeikh Naim Qasim menulis surat yang ditujukan kepada para pejuang yang telah mengalami luka dalam perlawanan:
“Kalian adalah pengikut Abul Fadl al-Abbas a.s., pembela jalan Imam Husain a.s. yang menunjukkan puncak pengorbanan dan kesetiaan di Karbala. Kalian adalah penolong agama dan kebenaran.”
Teks Lengkap Surat Syeikh Naim Qasim
Bismillahirrahmanirrahim
Saudara-saudaraku yang terluka dalam perjuangan—para lelaki, wanita, dan anak-anak yang tercinta!
Salam dan penghormatan bagi kalian, para syuhada yang masih hidup. Kalian telah mencapai derajat syahadah, tetapi Allah masih menunda kepergian kalian ke alam keabadian agar peran kalian dalam jalan iman, jihad, ketaatan, dan perlawanan dapat terus berlanjut.
Di antara mereka yang berjihad di jalan Allah, kalianlah yang mengalami penderitaan terberat. Luka-luka kalian menjadi saksi atas pengorbanan dan keteguhan kalian dalam menghadapi musuh. Namun, penderitaan ini tidak menghentikan kalian untuk tetap berdiri teguh dan terus berjuang.
Kalian adalah pewaris keberanian Abul Fadl al-Abbas a.s., yang berdiri di sisi Imam Husain a.s. dalam puncak pengorbanan dan kesetiaan. Kalian adalah pembela agama dan kebenaran, yang tetap teguh meskipun menghadapi tantangan yang berat.
Betapa indahnya doa dalam ziarah Abul Fadl al-Abbas yang mencerminkan semangat kalian:
“Betapa sabar, betapa gigih, betapa pembela, betapa penolong, dan betapa saudara yang penuh kasih! Patuh pada perintah Tuhannya, bersemangat mengejar apa yang dihindari oleh orang lain, demi pahala yang besar dan pujian yang baik. Dan semoga Allah mengangkatmu ke derajat ayahmu di surga yang penuh kenikmatan.”
Musuh-musuh kalian—rezim Zionis dan para pendukungnya, termasuk Amerika Serikat—adalah para penindas paling zalim di dunia saat ini. Namun, dengan luka-luka kalian, kalian telah menghancurkan harapan mereka, menggagalkan tujuan mereka, dan menjadi suara kebenaran yang nyaring di tengah penindasan.
Kalian telah membuktikan kesetiaan kepada pemimpin para syuhada umat, Sayyid Hasan Nasrallah, serta kepada seluruh syuhada, tawanan, dan para pejuang yang berjuang di jalan Allah. Allah telah menjaga kalian tetap hidup untuk menyelesaikan misi perjuangan sejauh yang kalian mampu.
Jalan Perlawanan Akan Terus Berlanjut
Jalan perlawanan dan kebebasan tidak akan berhenti. Bersama para pejuang, mereka yang terluka, para tawanan, serta rakyat yang setia dan mulia, perjuangan ini akan semakin kuat. Jalan ini adalah jalan para nabi dan imam, jalan Imam Mahdi a.f.j., jalan Imam Khomeini r.a., jalan Wali Faqih Imam Khamenei (semoga Allah melindunginya), serta para pemimpin perlawanan seperti Sayyid Hasan Nasrallah r.a., Sayyid Hashemi r.a., dan para syuhada lainnya.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di muka bumi dan menjadikan mereka pemimpin serta pewaris bumi.” (QS. Al-Qashash: 5)
Pahala kalian telah dijamin di sisi Allah. Imam Zainal Abidin a.s. berkata:
“Semoga Allah merahmati Abbas, yang mengorbankan dirinya untuk saudaranya hingga tangannya terputus. Sebagai gantinya, Allah memberinya dua sayap untuk terbang bersama para malaikat di surga, sebagaimana yang diberikan kepada Ja’far bin Abi Thalib a.s. Dan bagi Abbas, di sisi Allah terdapat kedudukan yang tinggi yang membuat semua syuhada iri padanya pada hari kiamat.”
Saudaramu di jalan Allah,
Syeikh Naim Qasim
