Syahid Abu Hamza: Penyerbuan ke Masjid Al-Aqsa akan Menghancurkan Israel
POROS PERLAWANAN – Pidato juru bicara Brigade Al-Quds, Syahid Abu Hamza, yang direkam sebelum ia gugur, ditampilkan untuk pertama kalinya dalam peringatan Yaumul Quds Internasional kemarin (28/3).
Dalam rekaman tersebut, Abu Hamza menegaskan pentingnya seluruh masyarakat dunia yang mencintai kebebasan untuk bergabung dalam Poros Perlawanan serta menghentikan normalisasi hubungan negara-negara Arab dengan Israel. Ia juga menegaskan bahwa penyerbuan terhadap Masjid Al-Aqsa akan berujung pada kehancuran Israel.
Sebagai juru bicara Brigade Al-Quds, sayap militer Gerakan Jihad Islam, Abu Hamza menegaskan komitmen perjuangan bersenjata hingga Palestina terbebaskan sepenuhnya. Rekaman pidatonya ditolak oleh Al Jazeera untuk disiarkan tanpa diketahui alasannya. Namun, dalam rangka peringatan Yaumul Quds Internasional yang diselenggarakan di Sanaa, serta dalam konferensi ketiga bertajuk “Anda Tidak Sendirian” yang mendukung perjuangan Palestina, pidato ini disampaikan dalam konferensi.
Dalam pidatonya, Abu Hamza menekankan pentingnya melanjutkan perjuangan bersenjata dan perlawanan hingga Palestina meraih kemerdekaannya. Ia menyatakan, “Pendekatan militer dan perang dalam menghadapi penyerbuan Al-Aqsa akan berujung pada kehancuran rezim pendudukan Zionis.” Ia juga menyoroti pencapaian besar dalam Pertempuran Badai Al-Aqsa, yang dianggap sebagai pukulan telak terhadap rencana musuh Zionis serta sebagai titik balik strategis yang harus dimanfaatkan dengan maksimal.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Poros Perlawanan merupakan garda terdepan dalam menghadapi proyek Zionis Barat, mencakup wilayah dari Palestina hingga Lebanon, Iran, Yaman, dan Irak. Ia juga menyerukan agar seluruh individu yang menjunjung keadilan dan kebebasan bergabung dalam perjuangan ini.
Seruan Penghentian Normalisasi dan Penguatan Dukungan bagi Palestina
Dalam kelanjutan pidatonya, Abu Hamza menegaskan bahwa normalisasi hubungan dengan Israel harus dihentikan sepenuhnya. “Hubungan antara negara-negara Arab dan rezim pendudukan Zionis harus diputus total,” tegasnya. Ia juga menyerukan persatuan umat Islam serta peningkatan dukungan bagi rakyat Palestina dan perjuangan mereka.
Ia menyoroti bahwa keberadaan Israel di tanah Palestina adalah bagian dari proyek kolonialisme yang menghambat persatuan dunia Arab dan Islam. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang mendukung Gaza dalam Pertempuran Badai Al-Aqsa, terutama rakyat Yaman. “Kehadiran rakyat Yaman dalam mendukung Palestina merupakan titik balik yang signifikan dalam pertempuran ini,” katanya.
Menurut Abu Hamza, Yaman telah mengumumkan perang terhadap Israel dengan memberlakukan blokade laut terhadap negara tersebut. Ia juga memuji demonstrasi besar-besaran rakyat Yaman di Lapangan Al-Saba’in sebagai sumber motivasi bagi angkatan bersenjata mereka untuk terus berjuang.
Ucapan Terima Kasih kepada Pemimpin Ansarullah Yaman
Di akhir pidatonya, Abu Hamza mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Sayyid Abdul Malik Al-Houthi, pemimpin gerakan Ansarullah Yaman. Ia menegaskan bahwa Perlawanan Palestina selalu memperhatikan dengan seksama pidato Abdul Malik Al-Houthi mengenai perjuangan melawan Israel.
Komandan Naji Abu Seif (Abu Hamza) gugur bersama keluarganya dalam serangan udara brutal Israel di Gaza pada 18 Maret lalu.
