Loading

Ketik untuk mencari

Irak

Tak Ada Sebutan Paling Pas untuk Tentara AS di Irak Selain ‘Pasukan Penjajah’

Tak Ada Sebutan Paling Pas untuk Tentara AS di Irak Selain ‘Pasukan Penjajah’

POROS PERLAWANAN – Jubir Kataib Sayyid al-Syuhada, Kadhim al-Furthusi dalam sebuah wawancara menyatakan, keluarnya Tentara AS dari Irak hanya sebuah retorika. Ia berpendapat bahwa Tentara AS tidak akan melakukan hal ini dengan kehendaknya sendiri.

Kepada al-Alam, al-Furthusi mengatakan bahwa ucapan dan janji yang diumbar AS mesti ditulis dengan peluru senapan, bukan dengan tinta. Sebab, mereka selalu mengubah-ubah omongan, bersikap plin plan, dan tidak bisa dipercaya.

“AS mendasarkan keberadaannya di Irak atas permintaan Pemerintahan Haidar el-Abadi untuk membantu Irak melawan ISIS. Namun permintaan ini sudah kedaluwarsa. Permintaan ini sudah dibatalkan oleh surat keputusan Parlemen. Pemerintahan Adel Abdulmahdi juga telah meminta agar Tentara AS angkat kaki, menyusul teror atas Syahid Qassem Soleimani dan Syahid Abu Mahdi al-Muhandis,” lanjut al-Furthusi, sebagaimana dilansir Fars.

Ia menegaskan, keberadaan Tentara AS di Irak tidak memiliki bingkai legalitas sama sekali. Satu-satunya nama yang layak disematkan kepada mereka adalah “Pasukan Penjajah”.

Jubir Kataib Sayyid al-Syuhada menilai, jenis keberadaan, formasi pasukan, serta perangkat dan senjata yang dimiliki Tentara AS menunjukkan bahwa mereka bukan tim konsultan, seperti yang selalu diklaim Washington. Di sisi lain, kata al-Furthusi, Irak juga tidak membutuhkan konsultan militer sebanyak ini.

Menurutnya, AS sama sekali tidak melakukan langkah apa pun untuk angkat kaki dari Irak. Sebab itu, Poros Perlawanan Irak sangsi bahwa Tentara AS akan keluar dari negara mereka.

Putaran ketiga perundingan strategis Irak-AS telah dimulai pada Rabu 7 April lalu. Perundingan difokuskan pada isu penumpasan terorisme, ekonomi, energi, masalah politik, dan kerja sama pendidikan-kebudayaan.

Kemenlu Irak mengumumkan, keberadaan Tentara AS di negara itu hanya akan dibatasi untuk memberikan konsultasi dan pelatihan. Pasukan asing akan ditempatkan di luar Irak berdasarkan sebuah jadwal yang sesuai.

Sekjen Ashaib Ahl al-Haq, Qais Khazali menegaskan bahwa 2.500 personel Tentara AS harus keluar berdasarkan sebuah jadwal waktu yang masuk akal.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *