Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Tak Jauh Beda dengan Trump, Biden Masih Ingin Gulingkan Pemerintahan Assad

Tak Jauh Beda dengan Trump, Biden Masih Ingin Gulingkan Pemerintahan Assad

POROS PERLAWANAN – AS di masa Joe Biden masih mempertahankan opsi-opsi lamanya di Timteng, termasuk penggulingan Pemerintahan Bashar Assad, yang juga pernah menjadi bagian dari program Barack Obama dan Donald Trump.

Dikutip Fars dari Sputnik, seorang analis dan veteran militer AS, Mark Sleboda menyatakan bahwa berlawanan dengan klaim Menlu Antony Blinken soal tidak adanya operasi pergantian rezim di negara-negara lain, Washington masih ingin mengubah rezim di Suriah dengan memasok dana untuk teroris dan menggunakan kartu (propaganda dan fitnah) “serangan (penggunaan senjata) kimia”.

Pascaserangan ke basis-basis AS di utara Irak sekitar sebulan lalu, Pemerintah Washington menginstruksikan serangan udara ke timur Suriah. Pekan lalu, setelah pangkalan Ayn al-Asad diserang, Gedung Putih menyatakan akan melakukan balasan.

Terkait masalah ini, Sleboda mengatakan, ”Pemerintahan Biden ditekan dari dalam untuk memberikan balasan. Siapa pun pelaku serangan itu. Pemerintah AS masih belum tahu persis siapa dalang di balik serangan acak ke pangkalan-pangkalannya.”

Menurut Sleboda, kendati kelompok Awliya al-Dam telah mengaku bertanggung jawab atas serangan bulan lalu, namun Pemerintah Biden berusaha untuk menargetkan basis-basis Kataib Hizbullah dan Kataib Sayyid al-Syuhada di Suriah. Mungkin alasannya karena Gedung Putih khawatir sentimen anti-AS di Irak akan menguat.

“Ini menunjukkan bahwa Pemerintah AS saat ini menganggap Suriah tidak memiliki hak kedaulatan. Ini sama persis dengan sikap dua Pemerintahan AS sebelumnya. Di mata mereka, Suriah adalah noktah hitam di peta, yang segala bentuk kekerasan militer dibolehkan di sana,” kata Sleboda.

Ia berpendapat, Gedung Putih bisa saja memanfaatkan klaim penggunaan senjata kimia di Suriah untuk mendiskreditkan Rusia dan menggulingkan Pemerintahan Assad.

Pekan lalu, Wakil baru AS di PBB, Linda Thomas-Greenfield menuding Rusia “menghalangi upaya” untuk menuntut tanggung jawab Pemerintah Assad soal penggunaan senjata kimia di Suriah.

Wakil Rusia di PBB, Vassily Nebenzia memperingatkan, sebagian negara menggunakan kartu senjata kimia untuk menekan Damaskus. Menurutnya, negara-negara ini sengaja mengabaikan jawaban Rusia, Suriah, dan para pakar independen terhadap tuduhan-tuduhan tersebut.

Tags:

1 Komentar

  1. oxvow Maret 24, 2021

    very appropriate content, i like it

    Balas

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *