Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Pemimpin Ansharullah: Kekhawatiran Utama AS bukan Nasib Rakyat Yaman tapi Soal Kemenangan Kami di Medan Tempur

Pemimpin Ansharullah: Kekhawatiran Utama AS bukan Nasib Rakyat Yaman tapi Soal Kemenangan Kami di Medan Tempur

POROS PERLAWANAN – Dinukil Fars dari al-Masirah, Pemimpin Ansharullah Abdulmalik Badrudin al-Houthi menyebut kemenangan Hizbullah atas Israel di tahun 2000 sebagai kemenangan besar untuk Umat Islam, juga berperan dalam menghidupkan asa mereka.

“Musuh mengetahui pentingnya arti kemenangan Hizbullah di Lebanon. Untuk itu, mereka bergerak untuk membendungnya dan menguatkan dominasi mereka atas negara-negara lain,” kata Badrudin.

“AS dan Zionis menginginkan umat kita berada dalam kondisi rentan dan pasrah agar tidak menghalangi konspirasi mereka.”

Ia menegaskan, Hizbullah adalah model sukses untuk perlawanan rakyat; model yang meraih kemenangan dan membuat musuh-musuh berusaha untuk membendungnya.

Dalam pidato Rabu 10 Maret malam tersebut, Badrudin mengingatkan bahaya lain, yaitu usaha musuh untuk mengonfrontasikan Umat Islam dengan kelompok Takfiri.

“Musuh berupaya menggunakan isu sektarian untuk menghancurkan Umat dari dalam. Mereka ingin mengubah arah kompas dari AS dan Zionis ke urusan internal negara-negara Islam,” tandasnya.

Pemimpin Ansharullah menegaskan, fitrah manusia menolak sikap menyerah. Sebab itu, kata Badrudin, bangsa-bangsa merdeka, meski bukan Muslim, seperti Vietnam, Kuba, Korut, dan Venezuela tidak mau menyerah di hadapan AS.

Terkait peran destruktif AS di Yaman, Badrudin mengatakan, ”AS menempatkan al-Qaeda di Yaman, lalu menyebar anasir al-Qaeda di berbagai provinsi, bahkan di sekitar Kedubes AS sendiri. AS juga membangun pangkalan untuk al-Qaeda di beberapa titik.”

AS bahkan melakukan intervensi dalam program belajar Yaman untuk melakukan perubahan-perubahan di dalamnya.

“AS menentang Alquran dan berusaha menghapus materi-materi Alquran dari buku-buku pelajaran, terutama ayat-ayat tentang jihad dan musuh Umat; ayat-ayat yang menguatkan spirit kemerdekaan dan perlawanan,” papar Badrudin.

Sehubungan dengan pergerakan maju Tentara Yaman di Ma’rib, Pemimpin Ansharullah berkata, ”Ketika kita meraih kemenangan di lapangan, AS mengungkap kekhawatirannya dan menuntut agar pergerakan maju ini dihentikan. Utusan AS juga hanya mengkhawatirkan soal ini.”

“Namun PBB, AS, Eropa, dan negara-negara Teluk (Persia) tidak merasa khawatir saat rakyat kita menjadi sasaran bom AS, pesawat Inggris, dan senjata-senjata Eropa,” tandasnya.

Tags:

1 Komentar

  1. oxvow Maret 24, 2021

    appropriate content

    Balas

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *