Tak Mau Terima Lagi Janji Manis dan Omong Kosong Belaka, Iran Tunggu Aksi Nyata para Pihak dalam Sengketa JCPOA - POROS PERLAWANAN
Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Tak Mau Terima Lagi Janji Manis dan Omong Kosong Belaka, Iran Tunggu Aksi Nyata para Pihak dalam Sengketa JCPOA

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, Pemimpin Revolusi Islam Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamenei mengatakan bahwa Iran tidak akan menerima janji belaka dalam kasus perjanjian nuklir 2015 dan akan menunggu tindakan nyata dari pihak penanda tangan, mengingat banyaknya contoh tindakan tidak patuh oleh para pihak tersebut.

Ayatullah Khamenei membuat pernyataan itu dalam pertemuan virtual pada Rabu dengan sekelompok orang dari Tabriz, Ibu Kota Provinsi Azerbaijan Timur, pada peringatan pemberontakan kota melawan pemerintahan tirani dari mantan rezim Pahlavi yang didukung AS setahun sebelum Revolusi Islam 1979.

“Soal JCPOA, saya harus ucapkan satu kata saja. Kami telah mendengar banyak kata-kata manis dan janji yang telah dilanggar dan belum dipenuhi dalam tindakan,” kata Ayatullah Khamenei. “Tapi kali ini, [yang ingin kami terima] hanya tindakan!”

“Jika kami melihat tindakan di pihak lain, kami akan mengambil tindakan juga. Republik Islam tidak akan puas hanya dengan kata-kata dan janji kali ini,” tambahnya.

AS meninggalkan kesepakatan di bawah arahan mantan Presiden Donald Trump pada Mei 2018 dan berhasil menekan para penanda tangan Eropa untuk tidak menentang sanksi yang diberlakukan kembali oleh Washington terhadap Iran sebagai bagian dari komitmen kontrak mereka ke Teheran.

Keluarnya Amerika dan ketidakpatuhan Eropa mendorong Teheran untuk mulai menangguhkan komitmennya setahun kemudian dalam beberapa fase sebagai pembalasan.

Pengganti Trump, Joe Biden, telah mengisyaratkan kesediaan untuk bergabung kembali dengan JCPOA, tetapi pemerintahannya meminta Teheran untuk terlebih dahulu menunjukkan komitmennya terhadap perjanjian.

Teheran, bagaimanapun, berpendapat bahwa AS, sebagai pihak yang telah menarik diri dari kesepakatan, pertama-tama harus mencabut sanksinya untuk mendapatkan kepercayaan Iran sebelum bergabung kembali dengan perjanjian tersebut.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *