Loading

Ketik untuk mencari

Analisa

Tak Punya Pengalaman Memadai, Hampir Mustahil Saudi Jadi Negara Produsen Rudal

Tak Punya Pengalaman Memadai, Hampir Mustahil Saudi Jadi Negara Produsen Rudal

POROS PERLAWANAN – Selama perang Yaman, Saudi tahu betul pedihnya disengat oleh rudal-rudal balistik Yaman. Kendati secara tradisional Saudi fokus untuk mengembangkan kekuatan Angkatan Udaranya, namun daya ofensif rudal-rudal balistik telah menyulut minat Riyadh untuk menanam lebih banyak modal terkait senjata ini.

Meski begitu, Saudi menghadapi banyak kendala untuk bisa menjadi sebuah kekuatan besar di bidang rudal. Bahkan jika program rudal Saudi sampai ke tahap eksekusi, pada dasarnya kekuatan rudalnya tidak bertumpu pada teknologi lokal.

Dilansir Fars, memproduksi bahan bakar padat adalah bagian dari proses pembuatan sebuah rudal balistik. Pada prinsipnya, Saudi tidak punya pengalaman memadai untuk mengembangkan semua teknologi yang dibutuhkan guna membuat sebuah rudal balistik, seperti sistem pemandu, pembuatan bodi rudal, dan lain sebagainya.

Hingga kini, Saudi tidak berhasil melaksanakan satu pun proyek persenjataan di bidang rudal, bahkan dalam aspek-aspek kecilnya sekalipun. Sebagai contoh, sebuah proyek gabungan antara Kemenhan Saudi dan perusahaan senjata Swedia telah dimulai pada 15 tahun lalu. Tujuannya adalah membuat rudal-rudal antitank lokal di negara itu. Namun tampaknya proyek ini juga gagal seperti proyek-proyek lainnya.

Selain itu, personel militer Saudi juga tidak memiliki pengalaman praktis untuk menembakkan satu rudal balistik. Hingga kini, Saudi bahkan tak pernah melakukan sebuah latihan rudal sungguhan. Rudal-rudal Dongfeng 3 hanya dipamerkan dalam latihan-latihan perang Saudi.

Atas dasar ini, tidak jelas seperti apa kinerja Unit Rudal Saudi dalam misi perang sesungguhnya. Hal inilah yang menyebabkan Saudi kian tergantung kepada para konsultan asing untuk menggunakan senjata rudal. Dalam perang Yaman, sejumlah besar jet Saudi dipiloti oleh awak asing, yang membuat Riyadh mesti mengeluarkan dana lebih besar. Belum lagi Saudi masih berada di tahap-tahap awal produksi sebuah rudal balistik, dan masih sangat lama sebelum Saudi bisa mengoperasikan sebuah Unit Rudal sesungguhnya.

Tags: