Tanggapi Kesepakatan SDF dan al-Jolani, Ansharullah: AS Telah Jual Kurdi
POROS PERLAWANAN – Anggota Kantor Politik Gerakan Ansharullah Yaman, Nasrudin al-Amer menanggapi publikasi rincian perjanjian antara Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dan Pemerintah al-Jolani. Al-Amer mengkritik keras strategi Kurdi selama bertahun-tahun dan menyebutnya sebagai akibat langsung dari kepercayaan buta terhadap AS.
“Kubu Kurdi telah menggantungkan seluruh realitas mereka pada AS dan mempercayainya. Mereka meyakini diri mereka aman dari segala bahaya. Kini kita melihat bahwa AS telah menjual mereka kepada al-Jolani dan meninggalkan mereka sebagai mangsa mudah yang bahkan tak punya garpu untuk membela diri.”
“Perubahan arah mendadak dan situasi terbaru SDF ini merupakan contoh jelas pelanggaran Washington terhadap perjanjiannya dengan sekutu lokalnya; sekutu yang telah menjadikan dukungan militer dan politik mereka sepenuhnya bergantung pada kehadiran pasukan AS.”
Dia menggambarkan insiden ini sebagai pelajaran pahit dan mahal bagi semua aktor regional yang memercayakan nasib mereka kepada dukungan AS yang tidak konsisten dan tidak dapat diandalkan.
Dalam pernyataan selanjutnya, al-Amer dengan nada sarkastis menyoroti berbagai peristiwa seperti rencana penjualan Greenland atau hubungan Eropa dengan AS. Dia menekankan bahwa sifat dukungan Barat terhadap kelompok-kelompok di bawah pengaruhnya didasarkan pada kepentingan jangka pendek.
“Tidak ada dukungan bagi siapa pun yang menjadikan diri mereka sandera AS, bahkan walau mereka orang Eropa dan berambut pirangm” sindirnya.
Utusan Pemerintah AS ke Suriah, Tom Barrack secara resmi telah mengumumkan, masa berlaku SDF bagi Gedung Putih telah berakhir. Keputusan ini diambil Washington meskipun SDF telah berupaya keras selama lebih dari satu dekade untuk mendukung tujuan-tujuan jahat AS.
Diberitakan Tasnim, dalam pernyataan pada hari Selasa 20 Januari, Barrack secara resmi mengumumkan berakhirnya kegunaan SDF bagi tujuan AS. Dia menyatakan,“Situasi saat ini mengubah dasar-dasar kemitraan (ketergantungan SDF pada AS).”
Dengan pernyataan ini, ia menyampaikan pesan bahwa karena ketaatan mutlak dan ketergantungannya pada AS, Rezim al-Jolani telah menggantikan SDF, yang telah mengabdi dan menjadi pelayan AS selama satu dekade.
Sembari menyebut pemimpin kelompok bersenjata yang menguasai Suriah (al-Jolani) sebagai Presiden, Barrack mengatakan,“Kesempatan terbesar bagi Kurdi di Suriah saat ini terletak pada Pemerintahan baru yang dipimpin oleh Presiden al-Shar’a (al-Jolani).”
Ia mengumumkan berakhirnya kegunaan SDF bagi AS dan kepentingannya dengan statemen berikut: “Tujuan utama menggunakan SDF sebagai kekuatan utama untuk menghadapi ISIS telah berakhir.”
Tentu saja, ini adalah nasib suram bagi semua yang percaya bahwa pengabdian dan kesetiaan kepada AS akan menjamin mereka tetap berkuasa, melindungi kepentingan, kesejahteraan, dan masa depan yang cerah bagi mereka. Cepat atau lambat, ini adalah nasib yang akan menanti al-Jolani dan teman-temannya.
