Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Tanggapi Sesumbar Terbaru Israel, Teheran: Kami Tak Segan Ratakan Tel Aviv dan Haifa jika Zionis Salah Langkah terhadap Iran

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, Iran membalas serangan terakhir Israel yang mengatakan bahwa Tel Aviv sedang mempersiapkan rencana untuk menyerang situs nuklir Iran, dengan Menteri Pertahanan Iran berjanji bahwa Teheran akan menghancurkan Tel Aviv dan Haifa jika rezim penjajah itu melakukan kesalahan.

“Kadang-kadang, kepala mereka menggigit lebih dari yang bisa mereka kunyah dan membuat ancaman yang jelas-jelas terlihat bersumber bdari keputusasaan. Pemimpin Revolusi Islam Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menanggapi Zionis dengan baik bertahun-tahun yang lalu. Ia mengatakan bahwa rezim Zionis bukanlah musuh utama kita dan tidak berada pada level untuk memusuhi Republik Islam. Rezim Zionis tahu, dan jika tidak tahu, mereka harus tahu bahwa Republik Islam akan menghancurkan Tel Aviv dan Haifa jika mereka melakukan kesalahan,” kata Brigadir Jenderal Amir Hatami pada Minggu.

“Perintah Panglima Angkatan Bersenjata Iran telah ditindaklanjuti dengan baik dan diubah menjadi cetak biru, yang akan dilaksanakan dengan satu isyarat dari Panglima Tertinggi. Saya menyarankan mereka (Zionis Israel) untuk tidak membuat kesalahan ini, bahkan secara lisan.”

Pernyataan itu muncul setelah Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz mengatakan bahwa rezimnya sedang memperbarui rencana serangan militer terhadap situs nuklir Iran jika Teheran melanjutkan apa yang dia sebut sebagai “eskalasi nuklir”.

Dalam wawancara dengan Fox News, Benny Gantz ditanyai tentang program nuklir Iran dan apakah Israel sedang menyelesaikan persiapan untuk menyerang target di Iran.

“Kami memiliki (rencana) di tangan kami, tetapi kami akan terus meningkatkannya,” katanya.

“Eskalasi nuklir Iran harus dihentikan. Jika dunia menghentikan mereka sebelumnya, itu sangat bagus. Namun jika tidak, kita harus berdiri sendiri dan kita harus membela diri sendiri.”

Selama wawancaranya, Gantz menunjukkan peta yang dia klaim menunjukkan posisi roket, di dekat daerah sipil di sepanjang perbatasan Lebanon, yang dikuasai oleh Gerakan Poros Perlawanan Hizbullah.

“Ini peta sasaran. Masing-masing sudah dicek secara legal, operasional, intelijen, dan kami siap bertempur,” ujarnya.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu juga mengatakan bahwa Tel Aviv akan bekerja secara independen, jika perlu, untuk mencegah apa yang dia sebut “Iran bersenjata nuklir”.

“Saya akan melakukan segala daya saya untuk mencegah Iran mendapatkan senjata nuklir, dan sejauh ini, kami telah berhasil,” katanya, menambahkan bahwa dirinya yakin Biden “memahami … bahwa komitmen saya untuk mencegah Iran mendapatkan senjata nuklir adalah mutlak.”

Retorika anti-Iran yang dipertontonkan oleh para pejabat Israel muncul meskipun terdapat fakta bahwa rezim pendudukan diyakini sebagai satu-satunya pemilik bom atom di Timur Tengah dan diperkirakan memiliki antara 200 dan 400 hulu ledak nuklir di gudang senjatanya.

Tel Aviv hingga saat ini telah menutup telinga terhadap seruan internasional agar rezim tersebut bergabung dengan Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT).

Sebaliknya, Iran telah berulang kali menegaskan bahwa proyek nuklirnya adalah program sipil eksklusif yang tunduk pada pengawasan intensif PBB.

Tags:

1 Komentar

  1. oxvow.com Maret 24, 2021

    well article

    Balas

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *