Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Teheran Gelar Pemakaman Massal Hampir 300 Korban Kerusuhan Akibat Ulah Teroris-Perusuh Bersenjata

POROS PERLAWANAN — Ibu Kota Iran menggelar upacara pemakaman massal bagi hampir 300 orang yang tewas dalam rangkaian kerusuhan bersenjata. Prosesi yang dihadiri puluhan ribu warga itu berlangsung di Teheran dan dipandang sebagai simbol kuat kohesi serta persatuan nasional.

Mengutip laporan Al Mayadeen pada Rabu 14 Januari, pemakaman tersebut diperuntukkan bagi para anggota pejuang “Perlawanan Nasional” yang meninggal akibat aksi kelompok teroris-perusuh bersenjata dalam kerusuhan yang melanda sejumlah wilayah Iran dalam beberapa hari terakhir.

Prosesi ini disebut sebagai salah satu pemakaman massal terbesar dalam sejarah Teheran, mengingat jumlah korban yang dimakamkan secara bersamaan mencapai sekitar 300 orang.

Arak-arakan pemakaman dimulai dari halaman Universitas Teheran menuju persimpangan Vali-e Asr. Ribuan warga dan sejumlah delegasi turut mengiringi prosesi tersebut. Kehadiran massa dalam jumlah besar dinilai mencerminkan solidaritas publik serta dukungan terhadap Pemerintahan Republik Islam Iran di tengah situasi keamanan yang memanas.

Koresponden Al Mayadeen di Teheran melaporkan bahwa para pelayat mengibarkan bendera nasional Iran dan meneriakkan slogan-slogan politik sepanjang prosesi. Media tersebut menilai pemandangan tersebut sebagai cerminan kekuatan front domestik Iran dan pesan persatuan nasional dalam menghadapi ancaman keamanan.

Sebelumnya, Iran dilaporkan mengalami kerusuhan akibat ulah teroris-perusuh bersenjata dan aksi sabotase di sejumlah wilayah. Peristiwa tersebut menyebabkan korban jiwa, kerusakan properti warga, serta gangguan terhadap infrastruktur publik.

Pemerintah Iran menyatakan bahwa aksi-aksi sabotase tersebut melibatkan kelompok teroris dan separatis yang diduga memiliki keterkaitan dengan kepentingan intelijen asing, termasuk Mossad dan Amerika Serikat.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *