Teheran Peringatkan Trump: Fasilitas Energi Regional Terancam Jika Infrastruktur Iran Diserang
POROS PERLAWANAN — Iran mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat terkait potensi serangan terhadap sektor energi. Teheran menyatakan seluruh fasilitas energi yang berkaitan dengan kepentingan Amerika di Kawasan dapat menjadi target balasan apabila infrastruktur energi Iran diserang.
Peringatan tersebut disampaikan Juru Bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari pada Sabtu 14 Maret. Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump melontarkan ancaman terhadap sektor energi Iran.
“Seperti yang telah diperingatkan sebelumnya, semua fasilitas minyak, ekonomi, dan energi milik perusahaan yang berafiliasi dengan Amerika atau bekerja sama dengan mereka di seluruh wilayah ini akan hancur total dan menjadi abu jika Amerika Serikat menyerang infrastruktur minyak, ekonomi, atau energi kami,” kata Zolfaghari.
Menurut Zolfaghari, langkah balasan akan mencakup berbagai fasilitas strategis di kawasan Timur Tengah yang terhubung dengan kepentingan Amerika Serikat.
Seruan kepada Negara-Negara Islam
Zolfaghari juga mendesak negara-negara Islam untuk memberikan peringatan kepada Washington dan Israel agar tidak menyerang infrastruktur energi Iran.
“Negara-negara Islam perlu segera memperingatkan Amerika Serikat dan Israel agar tidak menargetkan fasilitas bahan bakar dan energi Iran. Jika serangan terjadi, langkah balasan serupa akan berlangsung di seluruh Kawasan,” kata Zolfaghari.
Pernyataan tersebut memperlihatkan meningkatnya ketegangan militer antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel di tengah konflik yang terus berkembang di Timur Tengah.
Latar Belakang Konflik
Ketegangan meningkat setelah operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari. Serangan tersebut memicu gelombang balasan dari Teheran.
Militer Iran kemudian meluncurkan serangan rudal serta drone ke sejumlah target yang berkaitan dengan Israel dan pangkalan militer Amerika di Kawasan.
Pemerintah Iran menegaskan operasi militer hanya menargetkan instalasi militer Amerika Serikat serta posisi yang digunakan dalam operasi terhadap Iran.
Teheran juga menekankan tidak mencari konflik dengan negara-negara Arab di kawasan Timur Tengah.
Peringatan terbaru dari Militer Iran menambah kekhawatiran terhadap stabilitas Kawasan, terutama pada sektor energi global yang sangat bergantung pada jalur produksi dan distribusi di Timur Tengah.
