Terungkap, Peran Kelompok ‘Misterius’ yang Terkait Erat dengan CIA dalam Penggulingan Pemerintahan Suriah
POROS PERLAWANAN – Sebuah laporan investigasi baru-baru ini mengungkap peran kelompok misterius yang memiliki hubungan erat dengan CIA dalam penggulingan Pemerintahan Presiden Bashar al-Assad di Suriah. Kelompok ini diketahui telah menjalankan proyek jangka panjang untuk menggulingkan rezim Assad dengan dukungan keuangan dan operasional dari Badan-badan Barat, termasuk United States Agency for International Development (USAID). Berikut laporan investigasi Kantor Berita Farsnews pada 4 Januari yang dinukil dari berbagai sumber.
Deklarasi Penggulingan Rezim Assad
Ketua organisasi bernama Syrian Emergency Task Force (SETF), yang berbasis di Amerika Serikat, menulis di akun X (dulu dikenal sebagai Twitter) tak lama setelah serangan milisi ke Damaskus yang menyebabkan jatuhnya rezim Assad: “Suriah telah bebas”. Pernyataan tersebut diikuti dengan klaim: “Misi selesai. Syrian Emergency Task Force dengan bangga mengumumkan bahwa rezim Assad, Rusia, dan Iran telah resmi dikalahkan oleh rakyat Suriah—rakyat yang hanya mengandalkan diri mereka sendiri tanpa bantuan internasional”.
Namun, klaim ini menuai tanggapan sinis dari seorang pengguna X yang menulis dengan nada sarkastik: “Kehadiran salah satu pemimpin Al-Qaeda yang memiliki hubungan mendalam dengan ISIS dan Badan Intelijen Barat jelas merupakan kebebasan yang saya cari”.
Investigasi Press TV
Press TV, dalam laporan investigasinya, membahas peran SETF dalam penggulingan Bashar al-Assad dan menyoroti bahwa kelompok ini sudah lama terlibat dalam proyek perubahan rezim di Suriah. Menurut laporan tersebut, SETF tidak beroperasi secara mandiri, melainkan mendapat dukungan besar dari organisasi kontroversial lainnya, USAID.
USAID sering kali menjalankan operasi terselubung dengan dalih mempromosikan Demokrasi, Hak Asasi Manusia, dan Pembangunan Ekonomi. Namun, banyak analis melihat USAID sebagai perpanjangan tangan CIA yang digunakan untuk melaksanakan operasi rahasia di negara-negara yang dianggap tidak sejalan dengan kebijakan AS.
Sejak awal konflik Suriah pada 2011, USAID dan SETF berkolaborasi untuk menjalankan program yang mencakup:
1. Sanksi Ekonomi yang Melumpuhkan: Membuat kondisi ekonomi Suriah memburuk melalui serangkaian sanksi, termasuk Caesar Act, yang mengakibatkan kemiskinan luas di kalangan rakyat Suriah.
2. Operasi Propaganda Psikologis: Mengarahkan opini publik global untuk memusuhi Pemerintahan Assad melalui manipulasi media.
Pertemuan dengan Pejabat Gedung Putih
Sehari setelah Bashar al-Assad meninggalkan Damaskus, Direktur Eksekutif SETF, Mouaz Mustafa, bertemu dengan Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, Jake Sullivan. Pertemuan ini diduga membahas kelanjutan proyek perubahan rezim yang disebut telah “diselesaikan”.
Dukungan Finansial dari AS
Dokumen yang bocor menunjukkan bahwa SETF telah menerima jutaan Dolar dari USAID selama beberapa tahun terakhir untuk mendukung agenda AS dan sekutunya di Suriah.
Jurnalis investigasi AS, Max Blumenthal, mengungkapkan dalam sebuah unggahan di X bahwa SETF menerima dana sebesar $153.535 dari USAID. Ia menulis: “Lihatlah hadiah $153.535 dari USAID untuk SETF, yang jelas-jelas merupakan bagian dari operasi CIA”.
Blumenthal juga mencatat bahwa SETF adalah pusat lobi untuk perang AS melawan Suriah, termasuk perannya dalam kunjungan kontroversial Senator John McCain pada 2013 ke wilayah yang dikuasai pemberontak di Suriah. Kunjungan tersebut diikuti oleh seruan McCain untuk membom Damaskus.
Peran SETF dalam Perubahan Rezim
SETF dikenal sebagai organisasi yang aktif dalam menghubungkan Kongres AS dengan kelompok-kelompok oposisi bersenjata di Suriah, seperti Free Syrian Army (FSA). Organisasi ini juga memainkan peran besar dalam pemberlakuan sanksi ekonomi yang melumpuhkan rakyat Suriah.
Peran Strategis Mouaz Mustafa
Seorang aktivis Suriah yang tinggal di Washington, Mouaz Mustafa memimpin SETF dengan misi utama menggulingkan Pemerintahan Assad.
Sebelum fokus di Suriah, Mustafa terlibat dalam Dewan Transisi Nasional Libya, Badan yang mendukung intervensi NATO di Libya.
Pada Mei 2013, Mustafa mengatur kunjungan John McCain ke wilayah yang dikuasai pemberontak Suriah. Dalam memoarnya, McCain mengakui bahwa SETF adalah penghubung utama dalam pertemuan tersebut, yang bertujuan memperkuat oposisi bersenjata melawan Assad.
Proyek Jangka Panjang
Pada Juli 2013, Mustafa juga mengatur pertemuan antara pemberontak Suriah dan mantan pejabat CIA, Evan McMullin.
Mustafa bahkan menentang keputusan Kementerian Luar Negeri AS yang memasukkan cabang Al-Qaeda Suriah ke dalam daftar organisasi teroris.
Dampak Sanksi Ekonomi
Sanksi yang diberlakukan dengan dukungan SETF menyebabkan:
1. Kemiskinan Massal
Jutaan warga Suriah jatuh miskin akibat pembekuan aset Bank Sentral Suriah.
2. Pelumpuhan Transportasi Udara
Larangan ekspor suku cadang pesawat sipil ke Suriah memengaruhi sistem transportasi negara tersebut.
Catatan
Investigasi ini menunjukkan bagaimana SETF, dengan dukungan USAID dan CIA, memainkan peran sentral dalam perubahan rezim di Suriah. Dengan menggunakan propaganda, sanksi ekonomi, dan lobi politik, kelompok ini membantu menciptakan ketidakstabilan yang parah di Suriah, menyebabkan penderitaan luas bagi rakyatnya.
Blumenthal, dalam bukunya “The Management of Savagery”, menyebut SETF sebagai “kelompok pelobi perang yang didanai untuk mengatur pemberontakan bersenjata dan memanipulasi kebijakan AS demi kepentingan geopolitik tertentu”.
