Loading

Ketik untuk mencari

Oseania & Asia

Thailand Bongkar Narasi Dusta Trump Soal ‘Gencatan Senjata’

Thailand Bongkar Narasi Dusta Trump Soal ‘Gencatan Senjata’

POROS PERLAWANAN – Presiden AS, Donald Trump mengeklaim telah mengakhiri delapan perang, namun Menteri Luar Negeri Thailand pada hari Senin 22 Desember mengungkapkan, Trump menekan Kamboja dan Thailand untuk “berpura-pura melakukan gencatan senjata.”

Diberitakan Fars, Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow mengumumkan pada Senin kemarin bahwa gencatan senjata yang ditandatangani pada Oktober antara negaranya dan Kamboja, yang difasilitasi oleh Donald Trump, “terburu-buru dan belum ditinjau dengan baik.”

Sihasak Phuangketkeow mengatakan, kedua belah pihak terburu-buru dalam hal ini karena AS telah “mendesak” agar perjanjian tersebut diselesaikan sebelum kunjungan Trump ke KTT ASEAN di Malaysia.

Konflik bersenjata antara Kamboja dan Thailand dimulai pada 27 Mei, tetapi para pemimpin kedua negara menandatangani perjanjian gencatan senjata di Malaysia pada 25 Oktober di hadapan Trump.

Namun, gencatan senjata tersebut dilanggar pada 18 Desember oleh kontak senjata berat antara kedua belah pihak. Hingga kini, pertempuran masih berlanjut.

Meskipun demikian, Trump tetap mengeklaim telah mengakhiri perang antara kedua negara tetangga tersebut.

Menteri Luar Negeri Thailand mengkritik Trump dengan mengatakan, gencatan senjata tidak dapat sekadar dideklarasikan, tetapi memerlukan pembahasan dan tinjauan.

Dia mengatakan, Kamboja dan Thailand kini telah memutuskan untuk menyelesaikan ketegangan tanpa campur tangan Amerika Serikat. Oleh karena itu, kedua belah pihak akan mengadakan pembicaraan gencatan senjata pada Rabu 24 Desember ini.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *