Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Hizbullah Tuntut Gencatan Senjata Komprehensif, Tolak yang Parsial

POROS PERLAWANAN – Legislator Hizbullah di Parlemen Lebanon, Hasan Fadhlullah menyatakan, usulan Amerika agar Perlawanan menghentikan operasinya, sebagai imbalan atas janji Rezim Israel untuk tidak menyerang pinggiran selatan Beirut, tidak dapat diterima.

Diberitakan Fars, anggota Fraksi al-Wafa (Loyalitas kepada Perlawanan) di Parlemen Lebanon itu mengumumkan, Ketua Parlemen Nabih Berri telah menerima pesan-pesan, yang kemudian juga sampai ke tangan Hizbullah beberapa jam setelahnya. Pesan-pesan itu berkaitan dengan keputusan Militer Zionis untuk menyerang distrik selatan di Beirut.

Fadhlullah menekankan, Amerika mengusulkan agar Hizbullah menghentikan semua operasinya agar Israel juga tidak menyerang distrik selatan Beirut. Dia menandaskan bahwa usulan Amerika ini tidak dapat diterima.

Dia menambahkan, Berri mengatakan kepada mereka bahwa Lebanon menginginkan gencatan senjata yang komprehensif. Itu juga merupakan posisi Perlawanan dan tidak ada perbedaan pendapat mengenai hal ini.

Hizbullah dan Berri bersikeras pada penghentian total aksi permusuhan sebagai prasyarat penarikan pasukan musuh dari wilayah Lebanon. Mereka menegaskan, Perlawanan tidak akan membiarkan situasi kembali seperti sebelum 2 Maret, serta tidak ada apa yang disebut sebagai “kebebasan bertindak” bagi pasukan Pendudukan.

Perwakilan Hizbullah itu menekankan, Perlawanan menolak usulan gencatan senjata parsial, yaitu agar Israel menahan diri dari menyerang Beirut sebagai imbalan atas penghentian serangan terhadap wilayah utara Tanah Pendudukan.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dalam sebuah pesan di Truth Social mengumumkan bahwa ia telah berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu.

Trump mengeklaim bahwa setelah percakapan telepon tersebut, ia mendapat jaminan bahwa tidak akan ada pasukan darat Israel yang dikirim ke Beirut.

Trump mengeklaim bahwa ia juga telah melakukan “pembicaraan yang sangat baik” dengan Perwakilan Hizbullah, dan bahwa mereka pun telah “setuju untuk menghentikan pertempuran.”

Rezim Zionis, yang pagi kemarin mengumumkan akan menyerang distrik selatan di Beirut, mengeklaim akan “menunda serangan karena intervensi AS.” Klaim ini muncul setelah peringatan tegas dari Angkatan Bersenjata Iran mengenai konsekuensi dari serangan tersebut.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *