Trump Hentikan Pengawalan Khusus untuk para Aktor Teror terhadap Syahid Qassem Soleimani
POROS PERLAWANAN – Harian New York Times pada hari Kamis 23 Januari melaporkan, Presiden Donald Trump telah menghapus pengamanan untuk mantan Menlu AS, Mike Pompeo dan mantan asistennya, Brian Hook. Dua orang tersebut bekerja untuk Trump di masa kepresidenan pertamanya.
Diberitakan al-Alam, Gedung Putih belum berkomentar atas laporan New York Times. Harian tersebut mengutip laporannya dari sebuah sumber anonim kredibel.
Pada hari Selasa lalu, Trump mengumumkan telah menghentikan pengamanan untuk mantan Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton. Saat ditanyaa tentang pencabutan tersebut, Trump mengatakan,”Bolton orang idiot yang menyarankan (George) Bush Jr. untuk meledakkan Timteng.”
Trump menghentikan pengamanan Secret Service untuk Bolton hanya beberapa jam setelah mulai bekerja di Gedung Putih. Kabar ini pertama kali dikonfirmasi oleh Bolton dalam wawancara dengan CNN.
Bolton meninggalkan Gedung Putih pada November 2019. Dia dikawal oleh Secret Service atas klaim adanya ancaman dari Iran lantaran perannya dalam teror Syahid Qassem Soleimani. Trump mencabut pengawalan Bolton begitu dia keluar dari Pemerintahannya. Namun Joe Biden kembali menginstruksikan pengawalan untuk Bolton setelah menggantikan Trump. Hingga kini, Pemerintah AS telah menghabiskan jutaan Dolar untuk menjaga Bolton dan sejumlah pejabat Pemerintahan pertama Trump.
“Saya merasa putus asa. Namun saya tidak heran Presiden Trump mengambil keputusan ini. Meski saya juga mengkritik kebijakan keamanan nasional Presiden Biden, namun dia tetap memperpanjang pengawalan untuk saya di tahun 2021,” kata Bolton kepada CNN.
Pada Agustus 2022, Kementerian Hukum AS menuduh seorang warga Iran, yang diklaim sebagai anggota IRGC, berusaha membunuh Bolton.
Trump sendiri termasuk orang yang mendapat penjagaan lantaran klaim bahwa Iran juga mengincarnya.
