Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Trump Klaim Rusia dan China Hanya Takut kepada AS di Bawah Kepemimpinannya

Konspirasi Baru AS-Israel terhadap Warga Gaza

POROS PERLAWANAN — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Rusia dan China hanya takut dan menghormati Amerika Serikat ketika negara itu berada di bawah kepemimpinannya. Ia juga menyebut Amerika akan tetap mendukung NATO, meskipun meragukan kesiapan aliansi tersebut untuk membela AS jika diperlukan.

Mengutip IRNA, Rabu (7/1/2026), Trump menyampaikan pernyataan itu saat membahas peran Amerika Serikat dalam NATO dan hubungan dengan kekuatan besar dunia. Ia mengatakan Rusia dan China tidak merasa terancam oleh NATO tanpa kehadiran Amerika Serikat.

“Rusia dan China tidak takut pada NATO tanpa Amerika, dan saya ragu NATO akan ada jika kita benar-benar membutuhkannya,” ujar Trump. Ia menambahkan Amerika Serikat akan tetap berdiri bersama NATO, meskipun aliansi tersebut, menurutnya, belum tentu melakukan hal yang sama.

Trump juga menyinggung kebijakannya mendorong negara-negara anggota NATO meningkatkan anggaran pertahanan. Ia mengklaim telah berhasil menekan para pemimpin NATO untuk menaikkan belanja militer mereka setelah sebelumnya dinilai tidak memenuhi komitmen.

Dalam unggahan di akun media sosial Truth Social, Trump menyebut sebagian besar anggota NATO hanya mengalokasikan 2 persen dari produk domestik bruto (PDB) untuk pertahanan sebelum masa kepemimpinannya. Ia mengklaim telah mendorong peningkatan pengeluaran hingga 5 persen dari PDB, meskipun pernyataan tersebut tidak disertai data rinci.

Trump juga mengklaim perannya dalam konflik global, termasuk menyatakan Rusia akan menguasai seluruh Ukraina tanpa campur tangannya. Ia menyebut telah menghentikan sejumlah perang dan mengklaim menyelamatkan jutaan nyawa.

Komentar Trump mengenai NATO disampaikan di tengah kembali munculnya perhatian pemerintahan AS terhadap Greenland. Gedung Putih menyatakan sedang mempertimbangkan berbagai opsi terkait pulau Arktik tersebut, yang merupakan bagian dari wilayah Denmark, salah satu anggota NATO.

Menanggapi hal itu, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen mengatakan tuntutan Trump harus diperlakukan secara serius. Ia memperingatkan bahwa penggunaan kekuatan militer Amerika Serikat terhadap Greenland berpotensi mengakhiri keberadaan NATO.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *