Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Trump Mimpi Kembali Berkuasa di 2028, Bahkan dengan Menipu Rakyat Amerika!

POROS PERLAWANAN – Para pendukung dan sekutu Donald Trump di Washington dikabarkan memiliki rencana baru untuk mengupayakan kembalinya Trump sebagai presiden pada tahun 2028—sebuah strategi yang dianggap sebagai upaya penipuan terang-terangan terhadap rakyat Amerika.

Menurut laporan NBC pada Rabu (2/4), yang mengungkap diskusi awal terkait pemilu di Washington, terdapat sebuah ide di Gedung Putih dan pemerintahan AS bahwa Wakil Presiden saat ini, J.D. Vance, akan mencalonkan diri sebagai presiden pada 2028 dan menunjuk Trump sebagai wakilnya. Setelah dilantik, Vance kemudian akan mengundurkan diri, sehingga kursi kepresidenan kembali ke tangan Trump.

Rencana ini menunjukkan bahwa meskipun banyak anggota parlemen dan senator Partai Republik tidak menganggap serius pernyataan Trump tentang keinginannya untuk menjabat tiga periode, masih ada individu, kelompok, atau bahkan lobi tertentu yang tengah merancang strategi untuk mewujudkan ambisi tersebut tanpa memperdulikan batasan konstitusi.

Sebelumnya, beberapa anggota Partai Republik juga telah menanggapi keinginan Trump untuk masa jabatan tambahan secara serius. Andy Ogles, seorang anggota parlemen dari Tennessee, hanya tiga hari setelah pelantikan Trump tahun ini, mengusulkan amandemen konstitusi yang memungkinkan seorang presiden menjabat hingga tiga periode.

Saat mengajukan usulannya, Ogles beralasan bahwa Trump adalah satu-satunya sosok dalam sejarah modern yang mampu membalikkan kemunduran Amerika dan mengembalikan kejayaannya. Oleh karena itu, menurutnya, Trump harus diberikan waktu yang cukup untuk mencapai tujuan tersebut.

Namun, kemungkinan amandemen ini disetujui sangat kecil, karena membutuhkan dukungan dua pertiga anggota DPR dan Senat, serta persetujuan dari tiga perempat legislatif negara bagian. Selain itu, Partai Demokrat juga dengan mudah dapat membatalkan upaya ini di Kongres.

Dengan bocornya rencana pencalonan J.D. Vance sebagai presiden dan serah terima kekuasaan kepada Trump jika menang, tampaknya para loyalis Trump di Washington siap melakukan segala cara, bahkan dengan menipu opini publik Amerika, demi mengembalikan Trump ke Gedung Putih untuk ketiga kalinya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *