Trump Sebut Kebijakan Tarif ‘Prosedur Bedah yang Diperlukan’
POROS PERLAWANAN – Presiden AS, Donald Trump pada Jumat 4 April, menanggapi jatuhnya pasar saham akibat perang dagang yang ia picu dengan sikap santai, menganggapnya sebagai dampak sementara yang tidak terlalu penting bagi Pemerintahannya.
Menurut laporan Al Jazeera, Trump pada hari sebelumnya memberlakukan berbagai tarif bea cukai terhadap semua negara yang mengekspor ke Amerika Serikat. Tarif tersebut bervariasi, dengan angka terendah sebesar 10 persen, sementara dalam beberapa kasus mencapai lebih dari 50 persen. Kebijakan ini segera memicu penurunan tajam di pasar saham AS.
Saat meninggalkan Gedung Putih untuk menghadiri turnamen golf di Florida, Trump menanggapi fluktuasi pasar dengan acuh tak acuh, menyatakan, “Saya pikir semuanya berjalan dengan baik.”
Trump membandingkan kebijakan tarifnya dengan “operasi bedah yang diperlukan” dan dengan percaya diri mengatakan kepada wartawan, “Kita akan segera melihat ledakan yang belum pernah terjadi sebelumnya di pasar.”
Namun, realitas di pasar keuangan justru menunjukkan kejatuhan yang berlanjut. Setelah pengumuman tarif baru, indeks utama pasar saham AS turun lebih dari 5 persen, sementara S&P 500 mengalami penurunan lebih dari 4 persen. Meskipun demikian, Trump tetap mengeklaim bahwa situasi masih terkendali.
Di sisi lain, banyak pemimpin dunia telah mengumumkan tindakan balasan terhadap ekspor AS sebagai respons terhadap kebijakan proteksionis ini. Langkah-langkah pembalasan tersebut dikhawatirkan dapat memperburuk ketegangan ekonomi global dan berpotensi mendorong dunia menuju resesi yang lebih dalam.
