Trump Tuding Negara-Negara NATO Sudah Sejak Lama ‘Menjarah’ Amerika Serikat
POROS PERLAWANAN – Presiden AS, Donald Trump menegaskan bahwa jika negara-negara anggota NATO tidak memenuhi kewajiban keuangan mereka, Amerika Serikat tidak akan membela mereka.
Menurut laporan Kantor Berita Tasnimnews pada Jumat 7 Maret, dalam percakapan dengan wartawan di Gedung Putih, Trump kembali menyoroti perlunya peningkatan kontribusi keuangan anggota NATO. Ia menyatakan bahwa negara-negara anggota NATO selama ini telah “menjarah” Amerika Serikat.
Tuntutan Peningkatan Kontribusi Keuangan
Dalam pernyataannya, Trump menekankan bahwa AS telah menanggung beban keuangan yang tidak adil dalam aliansi militer tersebut.
“Kami tidak bermaksud menyakiti Ukraina, tetapi biaya harus dibagi secara adil, dan negara-negara NATO harus membayar bagian yang lebih besar,” ujarnya.
Trump mengeklaim bahwa beberapa negara telah mengeksploitasi Amerika Serikat secara ekonomi, sementara Washington membiayai hampir seluruh operasional koalisi. Ia memperingatkan bahwa jika negara-negara ini tidak memenuhi kewajiban keuangan mereka, AS tidak akan memberikan perlindungan militer.
“Negara-negara NATO terus membayar kurang dari yang seharusnya. Dahulu, kami menanggung hampir 100 persen biaya NATO, dan kami dirugikan dalam perdagangan. Sekarang saatnya mengakhiri eksploitasi terhadap Amerika,” tegasnya.
Pemerintahan Trump baru-baru ini mengajukan permintaan kepada anggota NATO untuk meningkatkan anggaran pertahanan mereka dari dua persen PDB menjadi lima persen. Namun, permintaan ini mendapat tentangan dari semua anggota pakta militer tersebut.
Kebijakan Tarif terhadap Tiongkok
Dalam bagian lain pidatonya, Trump menyinggung kebijakan tarif yang ia terapkan terhadap Tiongkok selama masa kepresidenannya.
“Saya mengambil $600 miliar dari Tiongkok, sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh presiden mana pun selain saya,” klaimnya.
Trump menyatakan bahwa kebijakan tarif yang diterapkannya telah memberikan kemajuan ekonomi yang signifikan bagi Amerika Serikat.
Situasi di Gaza
Trump juga menyinggung warga negara Amerika yang ditahan oleh Hamas. Ia mengeklaim, “Kisah para sandera yang saya temui setelah mereka kembali dari Gaza sungguh luar biasa.”
Ia menambahkan bahwa situasi penyanderaan tersebut “sangat mengerikan” dan menekankan bahwa AS telah mengadakan pembicaraan dengan Hamas. Trump menyatakan bahwa tujuan dari negosiasi ini adalah untuk “membantu Israel”.
Politik Dalam Negeri dan Pengurangan Birokrasi
Dalam kebijakan dalam negeri, Trump mengekspresikan ketidakpuasannya terhadap “perluasan yang tidak perlu” dalam struktur Pemerintahan Federal.
“Kita tidak membutuhkan banyak pegawai yang tidak berguna di berbagai departemen,” ujarnya.
Trump menekankan bahwa menteri Kabinetnya harus mengurangi jumlah pegawai yang tidak esensial dan bahkan menyatakan bahwa jika mereka gagal melakukannya, ia mungkin akan menugaskan Elon Musk untuk memimpin reformasi birokrasi tersebut. Ia juga menambahkan bahwa berkat kebijakan tarif perdagangannya, “kita akan mendapatkan kembali pendapatan yang telah disia-siakan oleh Biden”.
Kesepakatan Nuklir dengan Rusia dan Negosiasi Masa Depan
Di bagian lain pidatonya, Trump mengungkapkan bahwa selama masa kepresidenannya, ia hampir mencapai kesepakatan dengan Rusia mengenai senjata nuklir. Ia juga menyatakan keterbukaannya untuk berpartisipasi dalam negosiasi baru dengan Moskow.
“Kami hampir mencapai kesepakatan nuklir dengan Rusia,” katanya.
Selain itu, Trump mengumumkan bahwa ia akan menerima laporan terkait upaya pembunuhan terhadapnya minggu depan. Ia menambahkan bahwa dirinya memiliki banyak pertanyaan tentang serangan tersebut dan langkah-langkah yang telah diambil untuk mengungkap pelakunya.
